11 Ribu personel Polri-TNI disebar amankan 16 ribu TPS di Kalbar

Rekanbola – Sebelas ribu personel gabungan Polri dan TNI diterjunkan untuk mengamankan Pemilu 2019 di Kalimantan Barat. Mereka ditempatkan menyebar di 14 kabupaten dan kota.

“Untuk 2019, kami siapkan sekitar 11 ribu personil, bersama-sama TNI menyebar di 14 kabupaten dan kota, di 16 ribu tempat pemungutan suara (TPS),” kata Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Didi Haryono, dalam keterangan tertulis, Minggu (23/9).

Didi menerangkan, pola pengamanan yang dilakukan, meliputi TPS aman, TPS rawan 1, TPS rawan 2 dan TPS rawan 3, maupun tempat khusus lainnya. Polda Kalbar juga telah memetakan, sekaligus mendeteksi titik-titik rawan, berkaca dari Pilkada yang berlangsung belum lama ini.

“Tentunya, kita sudah punya pengalaman di 2014 dulu, dan Pilkada serentak 2018 baru-baru ini. Berkaca pada pengalaman itu, kita bersama stake holder dan komponen masyarakat dapat memastikan, semua kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sehingga program pembangunan dapat kita kawal,” ujar Didi.

Didi juga mengingatkan, masyarakat bijak menggunakan media sosial, dan menyaring konten, sebelum disebarluaskan. Pilkada belum lama ini, kepolisian menurut Didi, menganani sekitar 9 kasus, baik berupa hasutan maupun hoaks.

“Berdasarkan dari pengalaman juga, terkait dengan berita di medsos yang bernuansa hoaks, kita di Kalbar punya pengalaman untuk itu. Ada 9 yang sudah diproses pada saat Pilkada, dan sekarang sedang berproses di peradilan,” jelasnya.

Pagi tadi, digelar deklarasi kampanye damai dan bebas isu SARA, dalam Pileg dan Pilpres 2019, di alun-alun Kapuas, bertema menolak hoaks, politisasi SARA, dan politik uang, yang diselenggarakan KPU Kalimantan Barat.

Para Caleg menandatangani lembar deklarasi kampanye damai, disaksikan Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi, Forkopimda, para pengurus Parpol, anggota DPD, dan tim kampanye Pilpres, serta undangan lainnya.

Baca Juga:   Tenaga Kontrak Dokter di Singkawang Ditangkap Terkait Kasus Sabu