14 Pilkada Ditunda Akibat Keamanan hingga Bencana

Rekanbola – KPU mengatakan penundaan pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 terjadi di belasan daerah. Penyebabnya, mulai dari aspek keamanan hingga bencana alam.

“Daerah yang mengalami penundaan pemungutan suara Penundaan pemungutan suara baik seluruh daerah pemilihan maupun sebagian terjadi di 14 daerah,” ujar Komisioner KPU Wahyu Setiawan, di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarat Pusat, Jumat (29/6/2018).

Wahyu mengatakan salah satu penyebab penundaan ini karena adanya masalah dalam penetapan calon. Aspek keamanan juga menjadi penyebab terjadinya penundaan.

“Faktor penyebab terjadinya penundaan adalah karena adanya masalah penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Paniai. Terdapat permasalahan yang berimplikasi pada aspek keamanan,” ujar Wahyu.

Penundaan juga terjadi di Kabupaten Nduga karena keterlambatan logistik akibat konflik. Sehinga, pemilihan di Kabupaten Nduga hanya terlaksana di tiga distrik.

“Di Kabupaten Nduga pemilihan hanya terlaksana di 3 distrik, logistik hanya dapat sampai di ibu kota Kabupaten saja, namun tidak bisa terdistribusi ke daerah lain akibat adanya konflik,” ujar Wahyu.

Selain itu, kendala di beberapa daerah lainnya juga terjadi. Alasannya, mulai dari bencana alam hingga kekurangan logistik.

“Bencana kebakaran dan banjir, keterlambatan dan kekurangan logistik, serta faktor keamanan,” tututnya.

Menurut data KPU, kendala karena bencana terdapat pada kota Jayapura, Kabupaten Bone dan Kabupaten Rokan Hulu. Sedangkan keterlambatan logistik terjadi di tujuh daerah, yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Bone kecamatan Bontocani, Kabupaten Tolikara, Deiyai, Yahukimo, Lanny Jaya, dan Kabupaten Rokam Hulu.

Keterlambatan karena adanya pemilih yang berpindah pilih terdapat di Kota Tangerang, adanya pembakaran surat suara di Kabupaten Mimika. Terakhir adanya rekomendasi panwas karena KPPS telah memcoblos surat suara sebelum hari H terdapat di Kabupaten Jayawijaya.

Baca Juga:   Pemuda Babak Belur dan Motor Dibakar Usai Jambret Warga

 

 

( Sumber : detik.news )