2 Begal Tanah Karo Berikut 2 Penadahnya Ditembak Polisi

Rekanbola – Dua begal yang sering beroperasi di Tanah Karo, ditembak polisi di lokasi berbeda, Minggu (26/8/2018) kemarin. Polisi juga meringkus dan menembak 2 pria lainnya yang diduga sebagai penadahnya.

Mereka adalah, Edwin Tarigan (31), warga Gang Sempurna, Kabanjahe, Esra Haryanta Bangun alias Ocong (31), warga Jalan Letnan Rata Peranginangin Gang Kesatuan, Kabanjahe, Raden Ginting (40) warga Silaingkar B Bunga Rampe III dan Swandi (44), warga Tebing Ganjang, Kecamatan Pancurbatu.

Kapolres Tanah Karo, AKBP Benny Hutajulu, melalui Kasubag Humas, Iptu Edy Budiman merinci kronologis penangkapan kepada wartawan Senin (27/8/2018).

“Para terduga begal diburu berdasarkan laporan dari korban bernama Ahmad Mahdum, warga Tunggul Angin, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah,” sebutnya.

Sopir ekspedisi itu dibegal para pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi, dengan modus menuduh korban membawa narkoba, di Simpang Desa Bunuraya, kawasan Laudah, Minggu (12/8/2018) sekira jam 21.00 Wib.

Khawatir akan keselamatannya, Ahmad pun pasrah saat truknya digeledah dan sempat dibawa ke wilayah Katepul. Tak sampai di situ, para pelaku juga menyikat uang yang ada di kantongnya. Peristiwa itu kemudian dilaporkan Ahmad Mahdum ke Mapolres Tanah Karo.

Berdasarkan laporan tersebut, personel Sat Reskrim Polres Karo kemudian melakukan penyelidikan untuk memburu para pelaku.

Minggu (26/8/2018) sekira pukul 15.00 Wib, polisi akhirnya meringkus Esra Haryanta Bangun alias Ocong, di salah satu warung nasi di Simpang Sumbul, Desa Sumber Mufakat Kabanjahe.

Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan pelaku lainnya. Namun di perjalanan, Ocong kemudian melakukan perlawanan. Akibatnya, petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya, sebelum diboyong ke Mapolres Tanah Karo.

Baca Juga:   Detik-detik Kecelakaan yang Tewaskan Anak Bupati Nonaktif Mojokerto

Berdasarkan pengakuan Ocong, dia melakukan aksi itu bersama temannya, Edwin Tarigan. Polisi kemudian berhasil memburu dan meringkus Edwin, Minggu (26/8/2018) pukul 15.30 Wib. Lagi-lagi, saat penangkapan itu Edwin berusaha melarikan diri, sehingga polisi kemudian menembak kedua kakinya.

Hasil interogasi terhadap Edwin dan Ocong, keduanya mengaku sudah delapan kali melakukan aksi begal. Semua barang-barang hasil rampasan mereka kemudian dijual kepada penadahnya, Raden Ginting dan Swandi di Medan.

Berdasakan pengakuan itu, polisi kemudian memburu Raden dan Swand. Kedua penadah itu juga kemudian mendapat hadiah timah panas lantaran mencoba kabur saat akan ditangkap polisi.