2 Nelayan asal Filipina selundupkan 5 kg sabu lewat perairan Sei Tawan

Rekanbola – Satgas Pamtas RI Malaysia dari batalion infanteri 613/Raja Alam di Nunukan, Kalimantan Utara, menggagalkan penyelundupan 5 kg sabu, dari 2 nelayan WN Filipina, di perairan Sei Tawan, Nunukan. Diduga, penyelundupan sabu kini menyasar melalui jalur perairan laut.

“Jadi, hasil konfirmasi saya ke Dansatgas Pamtas, dari pengakuan 2 nelayan itu, mengaku warga Filipina,” kata Kepala Penerangan Kodam VI Mulawarman, Kolonel Kav Dino Martino, dikonfirmasi rekanbola, Selasa (18/9).

Dino menerangkan, meski terungkap dari pemeriksaan awal Satgas Pamtas TNI di perbatasan, sejauh ini, belum bisa benar-benar dipastikan, kedua nelayan itu, berkewarganegaraan Filipina. “Soal kewarganegaraan Filipina itu, didalami dari hasil pemeriksaan rekan kepolisian. Jangan sampai mengaku-ngaku sebagai warga Filipina,” ujar Dino.

Dari pengungkapan penyelundupan 5 kg sabu itu, Satgas Pamtas RI-Malaysia sendiri, menurut Dino, merupakan kali kedua digagalkan oleh tim Satgas Pamtas, melalui jalur perairan laut.

“Apakah memang penyelundupan sabu sekarang melalui jalur laut, nanti dilihat lagi kedepannya, apakah memang itu menjadi tren mereka (penyelundup narkoba),” terang Dino.

Namun demikian, lanjut Dino, Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto memang secara tegas memerintahkan Satgas Pamtas, untuk mengawasi jalur perbatasan, baik darat maupun jalur perairan laut. “Memang menjadi perintah Panglima, mengawasi ketat perbatasan. Panglima sangat concern soal perbatasan. Khususnya, persoalan narkoba,” demikian Dino.

Diketahui, Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam, menggagalkan penyelundupan 5 kg sabu, dari 2 nelayan di perairan Sei Tawan, Sebatik, Nunukan, Kamis (13/9) pagi, setelah perahu nelayan itu, melaju berkecepatan tinggi dari arah Tawau, Malaysia, ke perairan Nunukan. Kedua nelayan, S dan W, beserta barang bukti, kini diserahkan ke Polda Kalimantan Utara.

Baca Juga:   Cemong, pria asal Nigeria selundupkan sabu dalam pensil warna