Khikmawan Santosa Tinggalkan Segudang Karya dan Prestasi

REKANBOLA – Khikmawan Santosa merupakan penata suara film kebanggaan Indonesia. Dia banyak terlibat di sejumlah film top dan menyabet beberapa piala atas karya-karya indahnya.

Pria dengan panggilan Kiki itu pernah diganjar Piala Citra pada tahun 2013 silam sebagai penata suara terbaik. Film Sang Kiai yang mengantarkannya meraih piala tersebut.

Empat tahun kemudian, dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017, secara mengesankan namanya mendominasi dalam kategori Penata Suara Terbaik. Kerennya, jebolan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) bidang perfilman ini mengalahkan dirinya sendiri.

Saat itu, ada enam film yang masuk kategori Penata Suara Terbaik. Dari enam film, lima di antaranya melibatkan dirinya, yakni Pengabdi Setan, Pasukan Garuda: I Leave My Heart in Lebanon, Kartini, Cek Toko Sebelah, dan Critical Eleven.

https://www.instagram.com/p/BTbHiV5g8Wn/?utm_source=ig_web_copy_link

Kiki pun berhasil membawa pulang Piala Citra 2017 sebagai Penata Suara Terbaik bersama Anhar Moha. Dia memboyong piala itu melalui film garapan sutradara andal Joko Anwar berjudul Pengabdi Setan.

Dikutip dari Matta Cinema, Kiki yang pertama kali terlibat di film pada tahun 2004 dalam Virgin sebagai sound recordist ini sudah terlibat dalam 49 produksi film Indonesia pada 2017 lalu. Sementara selain dua penghargaan itu, Kiki juga mendapatkan penghargaan untuk film A Copy of My Mind (2015) yang merupakan karya Joko Anwar dan Ruma Maida (2009).

Bahkan pria yang mengawali kariernya sebagai boom operator itu masuk nominasi pada kategori Best Sound dalam Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017) di ajang Asian Film Awards 2018. Pada 2018, dia menjadi penata gambar film Taufiq: Lelaki yang Menantang Badai (2019).

Baca Juga:   Lewat 5 Fintech ini, Kamu Bisa Belajar Investasi Sekaligus Membantu Orang

Sejak 2004 hingga sekarang, sejumlah film yang melibatkan namanya, di antaranya Kala(2007), 3 Doa 3 Cinta (2008), Serigala Terakhir (2009), Ruma Maida (2009), Lima Elang (2011), Modus Anomali (2012), Sang Kiai (2013), Aach… Aku Jatuh Cinta (2015), Nyai (2016). Selain itu, Mobil Bekas dan Kisah-Kisah dalam Putaran (2017), Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak (2017), If This is My Story (2018), Ave Maryam (2018), Kucumbu Tubuh Indahku (2018), dan Gundala (2019).

View this post on Instagram

【第12屆亞洲電影大獎入圍名單:#最佳音響】 【The 12th Asian Film Awards Nomination List: #BestSound 】 —————————— #第12屆亞洲電影大獎 將於2018年3月17號於澳門威尼斯人劇場盛大舉行,敬請期待! The 12th Asian Film Awards Presentation Ceremony will be held on 17 March 2018 at The Venetian Theatre. STAY TUNED! #12AFA #AsianFilmAwards #亞洲電影大獎 #afa #武動亞洲 #MartialArts #WANGGang #王鋼 #BrotherhoodofBladesIITheInfernalBattlefield #繡春刀II修羅戰場 #KhikmawanSANTOSA #MarlinatheMurdererinFourActs #瑪莉娜之殺人四幕 #TUDuuchih #杜篤之 #WUShuyao #吳書瑤 #TUChuntang #杜均堂 #monmonmonMONSTERS #報告老師怪怪怪怪物!#CHOITaeyoung #崔太永 #TheFortress #南漢山城 #TheGreatBuddha #大佛普拉斯

A post shared by Asian Film Awards (@asianfilmawards) on

Sementara kabar duka menyelimuti industri film Indonesia hari ini. Pada Sabtu dini hari, 11 Mei 2019 sekitar pukul 03.00 WIB, Kiki meninggal dunia pada usia 40 tahun karena kecelakaan di Puncak, Jawa Barat.

Joko Anwar, salah satu rekan dan sahabatnya mengaku sangat kehilangan sosoknya. Kiki, menurutnya, adalah penata suara terbaik di Indonesia yang telah lama bekerja sama dengannnya. Kerja sama terbaru dan terakhir dengannya adalah untuk film Gundala.

“Perfilman Indonesia sangat berduka dan kehilangan, karena dia yang terbaik,” kata Joko Anwar kepada VIVA, Sabtu, 11 Mei 2019.