Kisah Mualaf Jepang Nur Arisa Maryam: Hati Ibu Luluh, Nenek Ikuti Jejaknya

REKANBOLA – Sempat tidak diakui lagi oleh ibunya.

Jalan setiap orang dalam memutuskan untuk masuk Islam tak semudah yang dibayangkan. Hal ini juga dialami Nur Arisa Maryam, seorang mualaf dari Jepang.

Hijabers cantik itu tidak diakui sebagai anak oleh ibunya setelah masuk Islam. Sang ibu enggan berbicara dengannya lagi.

Arisa yang semula mengikuti keyakinan orang tua merasa tersentuh dengan kisah dua wanita Muslim Jepang ketika kerja paruh waktu di sebuah pameran buku.

Mereka menceritakan kisah hijrah yang sangat menyentuh hati.

View this post on Instagram

: ﷽ ・・・ 【 新元号: #令和 🇯🇵】 “人々が美しく心を寄せ合う中で、文化が生まれ育つ” . 「初春の令月にして 気淑く風和ぎ 梅は鏡前の粉を披き 蘭は珮後の香を薫らす」『万葉集』 . ついに平成が終わってしまうのか!平成っ子としては少し寂しい気持ちがあるけれど、新元号発表ワクワクして待ってました。素敵な意味ですね💕 – Japan has announced that the name of its new imperial era will be "Reiwa" today. It’ll begin on 1st if May this year. Rei can mean "commands" or "order", as well as "good". Wa means "harmony", and is also used in the Japanese word for "peace" – "Heiwa". Japan is telling that the culture will nurture whilest people gather their own hearts beautifully through this era’s name. The country's current era, Heisei ( #平成 ), will end in a month. As a Heisei girl, it’s bit sad that the Heisei era will finish soon, but InshaAllah I hope that my country Japan will develop and improve more than before in next Reina era. . – – – – ⑅˚ᵗᑋᵃᐢᵏ ᵞᵒᵘ♡⃝⃜* – – – – -˖⁺ ◼︎ ʀᴇᴠᴇʀᴛ sᴛᴏʀʏ: @japanesemuslimah

A post shared by ありさ • أريسا (@nurarisamaryam) on

“Saya begitu tersentuh dengan kisahnya, dan saya juga merasa lega ketika tahu bahwa saya bukan hanya satu-satunya yang khawatir tentang beralih (ke agama Islam). Saya tidak dapat menghentikan air mata yang mengalir,” kata Arisa dilansir dari Gana Islamika.

Ia pun mempelajari syahadat dan bertekad untuk masuk Islam. Meski hanya mengucapkan kepada diri sendiri, pada dasarnya ia yakin bahwa telah menjadi seorang Muslim.

“Saya mengucapkan syahadat di dalam kamarku. Meskipun ini tidak resmi, tetapi hatiku penuh dengan kebahagiaan, sebab saya merasa Allah melihatku. Alhamdulillah,” ujar Arisa.

Sempat Menyesal

Pengakuan Arisa begitu mengejutkan pihak keluarga. Ia mendapat reaksi yang kurang baik. Hal itu didasari oleh kekhawatiran mereka akan masa depan Arisa.

“ Ibuku kaget saat saya memberitahunya. Dia tidak bisa menerima kenyataan bahwa putrinya menjadi Muslim tanpa pemberitahuan sebelumnya. Dia benar-benar khawatir bahwa orang akan melihat saya secara berbeda dan menyerang saya, dan dia juga khawatir tentang pernikahan saya, karena dia tahu bahwa kita tidak memiliki banyak Muslim di Jepang,” jelasnya.

Melihat ibunya yang kalut dengan berita mendadak itu, Arisa tidak putus asa. Ia bertekad untuk tetap bersikap baik terhadap sang bunda. Ia ingin membuatnya melihat dirinya lebih baik karena Islam.

Beruntungnya Arisa punya teman-teman yang suportif. Tak ada satu pun dari mereka yang mengatakan hal-hal buruk tentang Islam.

Selain itu, adik perempuannya juga ikut mendukung keputusan Arisa. Ia bahkan membantu Arisa untuk meyakinkan sang ibu. Namun di satu sisi, ia sempat merasa khawatir setelah menjadi mualaf.

Berhasil Meluluhkan Sang Ibu

Ia mengkhawatirkan bagaimana nanti studinya, pekerjaannya, menikah dan membangun rumah tangga. Kendati begitu, imannya tetap teguh dan bertahan hingga sekarang.

“ Namun sekarang saya merasa bahwa hidupku untuk Allah, dan saya mempersiapkan hidupku untuk kehidupan selanjutnya,” ujar Arisa.

Sang bunda kemudian luluh melihat keislaman putrinya. Ia berhasil melihat Islam dengan cara pandang yang berbeda. Beberapa tahun kemudian, bahkan sang nenek ikut menjadi mualaf dengan mengucap syahadat di Masjid Tokyo.

Masya Allah…

Baca Juga:   5 Pasangan seleb Korea ini tertangkap kamera paparazzi saat berkencan