4 Tahun Jokowi-JK, belanja produktif meningkat alokasi dari pemangkasan subsidi

REKANBOLA – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengatakan pemerintah telah mengubah alokasi subsidi ke sektor produktif sejak 2015. Belanja subsidi sejak 2015 diubah ke sektor perlindungan sosial, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Belanja subsidi dipindahkan ke sektor-sektor yang lebih produktif. Belanja subsidi sejak 2015 tetap terjaga, namun perlindungan sosial meningkat dan belanja untuk PKH, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur meningkat,” ujarnya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10).

Menteri Sri Mulyani merinci, pada 2014, Program Keluarga Harapan (PKH) hanya sekitar Rp 4,4 triliun untuk 2,8 juta penduduk miskin. Sementara, hingga 2018 pemerintah mengalokasikan Rp 17,3 triliun untuk 10 juta penduduk miskin.

“PKH kita tahun 2014 hanya Rp 4,4 triliun untuk 2,8 juta penduduk miskin. Sekarang naik jadi Rp 17,3 triliun tahun 2018 untuk 10 juta penduduk miskin. Tahun depan akan meningkat dua kali lipat lagi,” jelasnya.

Dia melanjutkan, program Indonesia pintar, pada 2014 hanya Rp 6,6 triliun untuk 11 juta siswa. Kemudian, pada 2018 pemerintah meningkatkan alokasinya menjadi Rp 11,2 triliun untuk 20,5 juta siswa.

“Selanjutnya, subsidi pangan 2014 Rp 18,2 triliun, tahun ini naik jadi Rp 20,8 triliun untuk 15,6 juta penduduk. Subsidi bunga kredit dari tadinya Rp 2,8 triliun sekarang jadi Rp 18 triliun,” tandasnya.

 

Baca Juga:   Rizal Ramli: Ekonomi RI Sudah Lampu Setengah Merah