6 Bulan Sekali, Pulau Ini Berganti Negara

Rekanbola.com – Pada tahun 1659, ketika Perjanjian Pirenia ditandatangani, Spanyol dan Prancis sepakat memisah batas kedua negara dengan Sungai Bidasoa. Perjanjian tersebut terjadi di Faisans sebagai wilayah netral.

Dalam perjanjian itu pula, karena letak Faisans yang berada di tengah sungai antara Kota Irun (Spnyaol) dan Handaye (Prancis) maka tempat tersebut menjadi kondominium.

Uniknya, dari tanggal 1 Februari sampai 31 Juli, Faisans berada di bawah kedaulatan Spanyol. Enam bulan berikutnya, Faisans masuk ke wilayah negara Prancis. Terus begitu, rutin berulang setiap tahun.

Faisans, yang juga dikenal dengan sebutan Pulau Pheasant, adalah salah satu kondominium tertua. Di tengah pulau berdiri sebuah tugu, sebuah saksi bisu Perjanjian Pirenia.

Meskipun secara de jure Pulau Pheasant diresmikan sebagai kondominium sejak 359 tahun lalu, namun dalam praktiknya menurut lansiran dari BBC International pada Minggu (28/1/2018), kesepakatan itu sudah berlangsung sedari 450 lalu.

Nian disayangkan, pulau yang memiliki panjang 200 meter dan lebar 40 meter itu tak menjadi prioritas kedua negara. Spanyol dan Prancis cenderung membiarkan, tak ingin menghabiskan uang untuk melindungi daratan dari kikisan air. Selama berabad-abad, ukuran Faisans semakin mengecil.

Baca Juga :

 

Hasil gambar untuk MInion logo

Baca Juga:   10 Momen cewek apes terjepit ini melihatnya bikin ikutan sesak