7 Hijabers Muda Sukses Jadi Perancang Busana Berprestasi

REKANBOLA – Indonesia ternyata memiliki banyak desainer wanita yang memilih mendesain busana modest, istilah untuk busana muslim. Meskipun terlihat rumit tapi siapa sangka mereka banyak menorehkan prestasi yang membanggakan.

Kehandalan mereka dalam merancang busana santun itu pun telah diakui beberapa desainer luar dan mayoritas  negara muslim lainnya. Tak heran koleksi mereka pun sukses mencuri hati para wanita muslimah sehingga, pundi-pundi rupiah dari karyanya ludes terjual.

Lantas siapa sajakah desainer wanita RI itu. Berikut adalah 7 desainer modest wear paling berprestasi dirangkum CNBC Indonesia.

Ria Miranda
Kesuksesan Ria Miranda terhadap industri busana modest tidak bisa dipandang sebelah mata. Wanita berdarah Minang ini memiliki kontribusi besar pada tren fesyen hijab saat ini  dan konsiseten.

Bisa dikatakan, Ibu beranak dua ini pelopor  motif-motif girly serta warna-warna pastel yang menjadi ciri khas koleksi
nya. Ria Miranda mendulang sukses dari busana hijab yang terinspirasi dari karyanya.

Lulusan sekolah mode ESMOD ini pernah dinobatkan sebagai Top Fashion Influencer. Penghargaan diserahkan di ajang Influence Asia di Kuala Lumpur, Malaysia tahun 2017.

Tidak sekedar itu, rangkaian busana yang dijual secara online bertajuk Principia langsung sold out hanya dalam waktu 10 menit saja. Ria pun bersyukur karyanya mendapat respon yang sangat positif dari para pelanggan.

Vivi Zubedi
Cantik, muda dan berprestasi, mungkin inilah sebutan yang tepat untuk Vivi Zubedi. Wanita berdarah Arab ini terkenal dengan desain nya yang berbau abaya bergaya kekinian

Bahkan dia pun pernah menjadi satu-satunya desainer yang memamerkan busana berhijab di panggung The Shows New York Fashion Week 2018. Kala itu, ia memamerkan produk hijab dan membawa kain sasirangan dan tenun pagatan khas Kalimantan Tengah di ajang tersebut.

Baca Juga:   Pecinta K-Pop, Ada Sneaker Edisi Girls Generation dan EXO Nih!

Dian Pelangi
Dian pelangi adalah desainer wanita asal Indonesia yang tak hanya populer tapi juga mempunyai banyak prestasi. Desainer yang mempunyai nama asli Dian Wahyu Utami ini merupakan salah satu desainer yang telah sukses membawa karyanya keliling dunia.

Mulai dari peragaan busana di Kairo, Malaysia, London dan masih banyak lagi tentunya. Busana muslimah adalah karya khas dari Dian Pelangi.

Dian Pelangi juga mengajak muslimah Indonesia untuk berani berpenampilan modis tetapi harus tetap sesuai dengan pakem Islami. Ciri khas baju rancangan Dian Pelangi terletak pada motif jumputan Palembang (tye dye) yang berwarna-warni sesuai dengan label ‘Pelangi’ yang dijadikan label karyanya.

Dian juga sempat masuk jajaran 30 under 30 oleh Forbes.

2.Jenahara Hingga Rani Hatta

Jenahara
Siapa yang tak mengenal Ida Royani, desainer, penyanyi dan aktris lawan main legenda Benyamin Sueb. Nah, kini bakatnya itu turun kepada sosok bernama Nanida Jenahara Nasution. Pemilik label Jenahara Black Label ini merupakan penerus sang ibunda untuk menekuni dunia fesyen busana modest wear.

Lulusan sekolah mode Susan Budihardjo ini  memiliki kiprah di industri fesyen yang membanggakan. Saat ini butik-butik besarya telah tersebar di berbagai kota besar seperti Bandung, Jakarta, Makassar, dan Samarinda.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah keikutsertaan Jenahara sebagai salah satu desaigner perwakilan Indonesia dalam Hongkong Fashion Week. Dia juga pernah berkesempatan menampilkan karyanya di Thailand dan Milan. Jenahara juga menjadi salah satu pendiri Hijabers Community sekaligus salah satu ketuanya bersama desainer kondang lainnya seperti Dian Pelangi dan Ria Miranda.

Restu Anggraini
Meski bertubuh mungil namun siapa sangka desainer Restu Anggraini ini memiliki banyak prestasi. Dia pun menunjukkan taringnya sebagai desainer modest wear pertama di dunia yang memamerkan koleksinya di Virgin Australia Melbourne Fashion Festival pada tahun 2016.

Baca Juga:   Ini 7 Film Marvel Jadi Mesin Pengeruk Uang Lebih dari Rp 14 T

Etu mengeluarkan label pertamanya yang bernama RA by Restu Anggraeni yang menyasar spesialisasi gaya wanita bekerja modern. Karier Etu sebagai seorang desainer pun dimulai. Pada tahun 2014, Etu mendapatkan kesempatan tampil di Jakarta Fashion Week 2015 dan bergabung bersama program Indonesia Fashion Forward.

Rani Hatta
Karya Rani Hatta selalu identik dengan desain hypebeast. Rani Hatta memberi warna baru dalam perkembangan dunia fesyen modest wear. Busana muslim bukan melulu harus gamis atau abaya, tetapi bisa disulap menjadi bergaya cuek dan maskulin.

Rani menyebutnya dengan istilah sporty dan streetwear style. Dia pun berhasil membuktikan jika desain hypebeast juga bisa diaplikasikan untuk perempuan berhijab. Kesuksesannya itu ditambah saat dirinya sukses menampilkan hasil karyanya untuk pertama kali di JFW dan ingin melebarkan sayapnya lagi di pasar internasional yang tentu membuat bangga negara Indonesia.

Desainer muda satu ini pernah punya prestasi di level dunia. Dia pernah berpartisipasi dalam Amazon Fashion Week 2017 di Tokyo.

Si.Se.Sa
Berbicara mengenai busana muslim syar’i, tentu tak lepas dari brand ternama Si.Se.Sa. Ya, brand yang didirikan oleh tiga bersaudara, Siriz, Senaz dan Sansa di tahun 2011 ini mengawali koleksinya pada lini busana muslim wanita. Namun,  Si.Se.Sa mengubah desain busana muslim tersebut menjadi lebih syar’i pada tahun 2013.

Berawal dari sang ibunda Merry Pramono yang juga seorang desainer, mereka bertiga menghasilkan second line baju muslim melalui sang bunda. Si.Se.Sa sendiri memulai debutnya di tahun 2013 dengan memamerkan koleksinya di ajang bergengsi Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta. Berkat segudang karya dan prestasinya, Si.Se.Sa berhasil dinobatkan sebagai leading syar’i brand.