7 Pembunuhan Paling Keji dengan Alasan yang Tidak Masuk Akal, Bikin Enggak Nyangka!

INSPIRASI NEWS

Rekanbola – Pembunuhan merupakan salah satu kejahatan yang paling keji saat ini. Mereka menghabisi nyawa seseorang yang biasanya didasari karena motif pribadi yang berat bahkan motif profesional.

Namun berbeda dengan kasus pembunuhan ini. Pembunuhan ini bermula atas dasar alasan yang enggak masuk akal.

Berikut 7 pembunuhan paling keji dengan alasan yang tidak masuk akal.

Fergeus Glen membunuh adiknya karena ucapan “terima kasih”

Fergeus Glen merupakan seorang pria berusia 36 tahun. Ia berasal dari Selandia Baru. Pada Maret 2003, ia membunuh adiknya menggunakan kapak.

Alasannya sederhana, pada malam sebelum ia membunuh Craig, Craig datang ke rumah dan mengatakan bahwa ia telah bercerai dengan istrinya.

Sebagai kakak beradik memang Craig dan Fergeus sering terlibat pertengkaran kecil, namun malam sebelum kematian Craig, Fergeus merasa kasihan dengan masalah yang menimpa adiknya dan membuat makan malam untuk adiknya itu.

Sayangnya, Craig langsung tidur dan tidak mengucapkan terima kasih pada kakaknya. Mengaku kesal dengan perilaku Craig, Fergeus kemudian membunuhnya dengan kapak.

Saat ditanya polisi, Fergeus mengaku menyesal telah membunuh adiknya, namun ia juga kesal terhadap adiknya yang tidak mengucapkan terima kasih.

Atas kejahatannya Fergeus dijatuhi hukuman seumur hidup.

Franklin Paul Crow membunuh teman sekamarnya karena tisu toilet

Franklin Paul Crow membunuh teman sekamarnya, Kenneth Matthews dengan cara yang keji.

Pria berusia 59 tahun ini membunuh temannya dengan memukul kepala Mattew menggunakan palu sebanyak 8 kali dan mencabik wajahnya sebanyak 2 kali dengan palu godam.

Alasan Crow membunuh Matthew ialah saat Crow akan ke toilet ia tidak menemukan tisu di sana. Hal tersebut membuatnya marah dan akhirnya membunuh kawannya.

Kejahatan yang Crow perbuat membuatnya harus mendekam di penjara selama 22,5 tahun.

Alexandra Tobias membunuh bayinya karena mengganggu saat bermain Game

Pada Januari di 2010, Alexandra Tobias sangat terobsesi dengan permainan Facebook Farmville. Ketika ia akan mulai bermain, bayinya menangis dan hal tersebut membuatnya kesal.

Ia menyiksa bayinya dengan mengguncang-guncangkan bayinya. Bayinya kemudian berhenti bernapas.

Anehnya, ia menelpon 911 karena panik melihat bayinya tidak bernapas. Ia juga menangis saat bayinya meninggal.

Tobias diketahui menderita gangguan mental karena kehilangan ibunya dan diperkosa di usia yang masih muda. Alexandra Tobias dijatuhi 50 tahun penjara.

Shaakira Dorsey dibunuh karena mengejek temannya yang kentut

Remaja berusia 16 tahun ini dibunuh oleh teman-temannya dengan cara dipukuli secara bergantian oleh teman-temannya.

Ia dibunuh kaarena mengejek seorang teman yang tidak sengaja kentut dan terdengar di seluruh penjuru kelas.

Saat kentut terdengar, ia kemudian mengejek dan akhirnya temannya yang diejek kesal dan membunuhnya.

Branda Spencer membunuh orang karena ia benci hari Senin

Brenda Spencer merupakan cewek berusia 16 tahun yang berasal dari Cleveland. Ia membunuh dua orang dewasa dan melukai banyak anak-anak di sekolah dasar dengan cara melepaskan tembakan dari rumahnya.

Saat ditanya oleh polisi mengapa ia membunuh begitu banyak orang, ia hanya menjawab ia sangat benci hari Senin yang membosankan dan ia ingin membuat harinya begitu berwarna.

Kejahatan yang disebabkan oleh Brenda membuatnya harus berada di penjara selama 25 tahun.

David Scott membunuh Roger Wilkes karena snack Cheetos

Pria 49 tahun bernama David Scott ini membunuh Roger Wilkes yang berusia 42 tahun karena Wilkes menolak membagikan satu kantong Cheetos untuk Scott.

Scott merasa marah dan mengeluarkan pisau kemudian menikam dada Wilkes. Kejahatan yang Scott lakukan membuat Scott meninggal di tempat dan karena kejahatannya ia dijatuhi 15-20 tahun penjara.

David Makoeya dibunuh oleh keluarganya karena remote televisi

David Makoeya merupakan pria asal Afrika Selatan yang berusia 61 tahun di 2010. Ia dibunuh oleh keluarganya (istri, anak perempuan, dan anak laki-lakinya) karena berebut remote dan saluran televisi.

David ingin sekali menonton Piala Dunia namun keluarganya bersikeras ingin menonton saluran keagamaan.

Awalnya keluarga ini hanya berebut remote televisi, namun ketika David mulai mengganti secara manual, keluarganya marah dan memukulinya.

David juga dihantamkan ke dinding dan akhirnya ditikam dari belakang. Setelah sadar, keluarganya memanggil polisi untuk menyelamatkan David, sayangnya ia sudah meninggal di tempat.

BACA JUGA :

Hasil gambar untuk MInion logo

 

Facebook Comments