87 Korban tewas gempa Palu-Donggala telah teridentifikasi

Rekanbola – Sebanyak 87 korban tewas gempa berkekuatan 7,4 SR di Palu telah teridentifikasi. Demikian diungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Korban gempa dan tsunami di Kota Palu terus bertambah. RS Bhayangkara Palu saat ini jumlah 261, dan masih terus bertambah. Kemarin sudah diidentifikasi 87 jenazah oleh Tim DVI Polri. Proses identifikasi terus dilaksanakan,” demikian ditulis Sutopo melalui akun twitter miliknya seperti dikutip rekanbola, Minggu (30/9).

Hingga saat ini, lanjut Sutopo, proses evakuasi masih terus berlangsung. Salah satunya di Hotel Roa-Roa yang diperkirakan puluhan orang masih tertimbun bangunan ambruk.

“Evakuasi korban tertimbun gempa di Hotel Roa-Roa Kota Palu terus dilakukan Tim SAR Gabungan dikoordinir Basarnas. Diperkirakan terdapat 50 orang di bawah reruntuhan bangunan. Alat berat diperlukan untuk evakuasi,” tulis Sutopo.

Hotel Roa-Roa yang terletak di Jalan Pattimura itu berlantai delapan. Bangunan itu rata dengan tanah. Hotel yang memiliki 80 kamar itu terdapat 76 kamar yang terisi oleh tamu hotel yang menginap.

Selain itu, di pusat perbelanjaan terbesar di Kota Palu, Mal Tatura di Jalan Emy Saelan, juga ambruk. Diduga masih ada puluhan hingga seratusan orang yang terjebak dalam mal empat lantai yang dibangun tahun 2006 itu.

Menurut salah seorang pegawai mal yang ditemui, para korban yang terjebak di dalam mal yang ambruk sebagian itu belum dievakuasi.

Sementara di Rumah Sakit Budi Agung Palu di Jalan Maluku, terdapat 14 jenazah yang dibawa dari Mal Tatura. Sedangkan seratusan orang yang terluka seperti patah kaki dan luka-luka lainnya masih berada di halaman rumah sakit.

Baca Juga:   Rekening Ratna Sarumpaet bayar oplas dan donasi Danau Toba sama

Sebagian ruang pasien belum ditangani secara medis karena belum ada dokter yang menangani.