Ada 5 Sektor yang Disasar 5G di Indonesia

Rekanbola – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menilai bahwa implementasi 5G di masa mendatang, akan memberikan kontribusi yang sangat potensial bagi ekonomi global pada tahun 2035.

Hal itu yang membuat Indonesia kepincut dengan teknologi jaringan generasi kelima tersebut. Untuk itu, pemerintah mencanangkan pemetaan pemanfaatan 5G.

Hal itu diketahui saat Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Kominfo,

mempromosikan kemajuan Roadmap 5G dan dan keberhasilan lelang kanal spektrum frekuensi radio serta refarming di Indonesia dalam Konferensi Tahunan ke-4 Manajemen Spektrum (The 4th Annual Asia Pacific Spectrum Management Conference) di Bangkok, Thailand, pada 17-19 Juli 2018 lalu.

“Indonesia akan membangun lima sektor industri di bidang makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, serta kimia,” kata Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI, Kemkominfo, Denny Setiawan dikutip di situs Kominfo, Senin (23/7/2018).

Di event tersebut dihadiri oleh seluruh negara anggota International Telecommunication Union (ITU) Regional Asia Pasifik.

Pada konferensi tersebut, Denny mendapatkan kesempatan dua kali untuk memaparkan kemajuan Roadmap 5G. Ia memaparkan bagaimana Roadmap 5G dari Tahun 2017-2022 di Indonesia.

“Saya undang seluruh peserta untuk menyaksikan trial 5G di Indonesia berupa VIAR games dan bus tanpa awak pada ajang Asian Games ke-18 yang akan diselenggarakan pada Agustus 2018 di Jakarta dan Palembang,” tuturnya.

Denny juga membagi pengalaman mengenai keberhasilan Indonesia, khususnya Ditjen SDPPI dalam proses lelang kanal spektrum frekuensi radio pada 2013 melalui proses ‘beauty contest‘ dan pada 2017 melalui metode SMRA (Simultaneous Multi Round Action).

Baca Juga:   Google Drive Jadi Calon Penerus Pirate Bay

“Dalam lelang spektrum itu, Indonesia mensyaratkan, antara lain bahwa operator tidak memiliki hutang terkait perizinan spektrum, telekomunikasi, dan USO, dengan masa berlaku spektrum frekuensi radio 10 tahun serta bisa diperpanjang,” jelasnya.

Menurut Denny, harga yang ditawarkan pada kanal 2,1 Ghz dan 2,3 Ghz dua kali lipat lebih mahal dari kanal lainnya sesuai dengan metode SMRA sehingga hasilnya lebih fair dan transparan.

Setelah lelang, dilanjutkan dengan proses refarming yang dimulai November 2017 sampai dengan tuntas pada April 2018.

“Dengan sistem lelang dan pola refarming itu diharapkan pemenang lelang benar-benar serius mengoptimalkan pemanfaatannya mengingat Indonesia memiliki 17.000 kepulauan dengan 67.464 BTS yang pastinya itu bukan pekerjaan mudah,” kata Denny.

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *