Ada Kabar Air Laut Naik, Warga Sumur Pandeglang Lari Berhamburan

REKANBOLA  —  Warga Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang kembali dibuat panik. Semua orang berlarian berusaha melarikan diri ke lokasi lebih tinggi karena mendengar informasi air laut naik.

Bahkan dalam video yang beredar di media sosial, terlihat ratusan warga yang sedang menghadiri perayaan kenaikan kelas anak-anaknya di SDN Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Pandeglang, berhamburan dan lari saat mendengar isu tsunami.

Saat dikonfirmasi, Camat Sumur Endin mengatakan, kabar air laut naik tersebut adalah bohong. Lanjut Endin, memang saat mendengar informasi tersebut warga Sumur sempat berlarian menyelamatkan diri. Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (23/6) kemarin.

“Air laut memang sempat mengalami pasang. Akan tetapi hal itu dianggap wajar, karena dampak dari arus angin Selatan,” kata Endin saat dikonfirmasi, Senin (24/6).

Endin menyampaikan, setelah terjadi bencana tsunami selat sunda pada 22 Desember 2018 yang menerjang Kecamatan Sumur dan beberapa daerah pesisir di Pandeglang, sebagian warga masih merasa trauma ketika mendengar air laut naik. Akibat bencana tersebut ribuan bangunan dan empat ratus lebih orang meninggal dunia.

“Memang warga saat ini juga masih panik, wajarlah pasca tsunami,” katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang Deni mengatakan, memang saat ini air laut di perairan selat sunda sedang pasang, namun ombak tidak sampai naik.

“Saya kemarin di Tamanjaya, bahkan ke pulau peucang gak ada ombak besar. kalau arus air lautnya deras karena anginnya cukup kencang di laut,” katanya.

Baca Juga:   Kapolda Jabar bantah wilayahnya rawan begal