Ada kasus suap Meikarta, laba bersih Lippo Cikarang meroket 981 persen jadi Rp 2,35 T

REKANBOLA – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) mencatatkan laba bersih Rp 2,87 triliun periode Januari hingga September 2018. Laba ini setara Rp 4.124 per saham.

Kasus suap yang menimpa petinggi Lippo Group nampaknya tak mempengaruhi kinerja perusahaan. Angka laba ini justru meroket 981 persen dibanding Rp 265,62 miliar pada periode sama 2017 lalu.

Pencapaian laba tersebut tergambar dari laporan keuangan September 2018 yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (24/10). Pencapaian laba antara lain ditopang oleh keuntungan pencatatan investasi pada entitas asosiasi dengan nilai wajar LPCK sebesar Rp 2,35 triliun pada Januari-September 2018.

Hal ini mendorong laba sebelum pajak emiten pengembang properti beraset Rp 9,72 triliun per September 2018 itu melejit 938,95 persen menjadi Rp 2,89 triliun, dari Rp 278,2 miliar pada Januari-September 2017.

Pendapatan konsolidasi LPCK pada Januari-September 2018 mencapai Rp 1,12 triliun, naik 35,63 persen dari Rp 828,7 miliar pada periode sama 2017.

Beban pokok pendapatan LPCK juga meningkat 8,69 persen menjadi Rp 477,32 miliar, dari Rp 439,13 miliar pada Januari-September 2017. Laba kotor Perseroan tumbuh 66 persen dibanding Rp 389,56 miliar pada periode sama 2017.

Baca Juga:   Industri Kritis, Rekomendasi Izin Impor Garam Terbit Besok