Ada ‘Kebun Matahari’, Sekolah di Pulau Parang Kini Bisa Pakai Proyektor

Rekanbola-  Pendidikan bukan hanya didapatkan melalui pembelajaran buku, namun juga melalui gambar di layar proyektor. Seperti yang dilakukan di Sekolah Dasar (SD) Negeri Parang 02, Pulau Parang, Jawa Tengah.

Salah satu guru SDN Parang 02 Ahmad Rifai mengatakan alat proyektor pada dasarnya telah didapatkan sejak lama. Namun pihaknya belum bisa menggunakan lantaran tidak cukupnya daya listrik.

Sebab, sebelumnya sekolah tersebut hanya diberikan jatah listrik sebanyak 260 wh per hari melalui pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) milik Kementerian ESDM.

Alhasil, pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 sulit terlaksana dengan baik.

“Jadi kita kesulitan di pembelajaran multimedia. Kan ini kurikulum 2013 perlu gambar, kalau nggak ya nggak efektif,” kata dia di kantor SDN 2 Parang, Rabu (8/8/2018).

Lebih lanjut, ia memaparkan sejak adanya PLTS dari ESP3 tersebut pihaknya bisa mendapatkan tambahan daya listrik hingga 1500 kWh per hari. Namun, angka tersebut dinilai masih kurang.

Lantas, untuk menggunakan proyektor di waktu pembelajaran pihaknya mesti mengelola penggunaan listrik dengan baik. Sehingga penggunaan alat tersebut bisa digunakan sebanyak satu kali dalam sebulan.

“Ya sebenarnya ini masih kurang tapi kalau diatur penggunaan kipas anginnya itu bisa lah. Jadi bisa maksimal satu bulan sekali,” jelas dia.

Sekadar informasi, pemerintah bekerjasama dengan Kedutaan Besar Denmark melalui ESP3 membangun PLTS untuk menerangi selama 24 jam di tiga lokasi, yakni Pulau Genting, Parang dan Nyamuk.

 

( Sumber : detik.com )

Baca Juga:   Gempa Guncang NTB, Infrastruktur Listrik Aman