Aero Fairing, Era Baru Moto GP

Rekanbola.com –  Tim peserta Moto GP kini berlomba-lomba mengembangkan fairing yang aerodinamis dan mampu menambah downforce pada motor mereka. Sejak penggunaan winglet dilarang pada musim 2017, tidak hanya tim pabrikan, tim satelit juga terus memodifikasi fairing.

Dengan regulasi tersebut, winglet yang semula berada di sisi luar fairing dipindah ke dalam sehingga menambah dimensi lebar motor. Alhasil, selama musim 2017 tidak ada tim yang terkena sanksi pemasangan winglet karena inovasi tersebut.

Dengan persaingan yang makin ketat, beberapa tim melakukan perubahan pada bentuk fairing yang akan digunakan. Fairing yang awalnya berbentuk biasa, kini seperti menciptakan terowongan angin pada sisi badan motor.

Pada tim pabrikan asal Italia, Ducati, nampak mengingatkan kita pada winglet yang pernah dipakai. Yang membedakan adalah tedapat penghubung yang menyatukan panel atas dan bawah.

Tim Repsol Honda juga melakukan hal serupa. Aeorfairing pada motor yang akan digunakan oleh Marc Marquez dan Dani Pedrosa senada dengan desain Ducati. Honda menambahkan semacam terowongan angin di kanan dan kiri RC213V untuk musim 2018.

YZR M1 milik Yamaha juga berinovasi dalam hal aero fairing. Yang membedakan dengan Ducati dan Honda adalah bentuknya yang lebih lebar dan pipih. Warnanya yang masih carbon murni cukup mencolok apabila dibandingkan dengan motornya yang didominasi biru tua.

Tak ketinggalan pabrikan Jepang lainnya, Suzuki. Pabrikan ini memiliki aero fairing yang paling berbeda. Berbeda dengan Honda, Ducati, dan Yamaha yang cenderung membentuk fairing barunya secara lurus, Suzuki justru membentuk garis lengkung.

Dengan inovasi ini tentunya akan menambah panas persaingan musim 2018. Akankah aero fairing menciptakan perbedaan yang signifikan dengan musim sebelumnya? Akan terjawab pada 18 Maret mendatang di seri pertama Moto GP Qatar.

Baca Juga:   Jadi Korban Perilaku Rasis, Zlatan Ibrahimovic Mencak-mencak

Baca Juga :

 

 

Hasil gambar untuk MInion logo