Akibat Banjir, Menteri Pekerjaan Umum Hussam Ar-Roumi Ajukan Pengunduran Diri

Rekanbola Perusahaan Minyak Kuwait pada Sabtu (10/11) telah mencabut keadaan daruratnya, setelah banjir di seluruh negeri itu menewaskan satu orang, dan mengatakan instalasi tersebut beroperasi secara normal.

Talal Al-Khaled As-Sabah, Juru Bicara Sektor Minyak, mengatakan di satu tweet perusahaan bahwa “keadaan darurat dicabut di Perusahaan Minyak Kuwit dan semua unit perusahaan kecuali ruang darurat akan diaktifkan untuk menangani cuaca buruk”.

Di dalam satu pernyataan, Kementerian Dalam Negeri membantah desas-desus di media sosial mengenai banyak kematian, demikian laporan Reuters yang dipantau di Jakarta, Minggu (11/11) malam.

Kementerian itu menyatakan, “Hanya satu kasus kematian dilaporkan.” Personel militer dan pengawal nasional dikerahkan untuk membantu membersihkan air dari instalasi penting dan jalan.

Ditengah-tengah gejolak itu, Menteri Pekerjaan Umum Hussam Ar-Roumi resmi mengajukan pengunduran diri kepada perdana menteri sebagai akibat dari krisis banjir pada Jumat.

Ketua Parlemen Marzouq Al-Ghanim mengatakan pertemuan direncanakan diadakan pada Ahad guna membahas dampak dari banjir tersebut, demikian Kantor Berita Kuwait, KUNA.

Sementara itu 12 orang meninggal akibat hujan lebat dan banjir di beberapa bagian Jordania pada Jumat dan pemerintah mengungsikan wisatawan asing dari Kota Kuno Petra serta objek wisata terkenal lain, kata beberapa pejabat pada Sabtu.

Baca Juga:   Jose Mourinho Sudah Dapat Tawaran Pekerjaan Baru?