Alasan Kecerdasan di Balik Penderita Autisme

Rekanbola – Sepintas, autisme dan kecerdasan adalah dua hal yang saling bertentangan. Namun, siapa sangka jika keduanya saling terkait satu sama lain. Kebanyakan orang dengan gejala autisme memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi.

Autisme merupakan sebuah spektrum yang menggambarkan beragam jenis gangguan perkembangan pada otak. Umumnya, para pengidap autisme mengalami gejala seperti kesulitan berkomunikasi, berinteraksi secara sosial, mengungkapkan emosi dan perasaan, serta memahami keadaan lingkungan sekitar.

Namun, gejala-gejala itu seolah lenyap kala orang-orang autisme justru memperlihatkan kelebihannya dengan label genius yang diberikan oleh publik. Sebut saja Albert Einstein, Sir Isaac Newton, dan Mozart.

Makalah berjudul “Autism and Genius: Is There a Link? The Involvement of Central Brain Loops and Hypotheses for Functional Testing” menulis bahwa autisme melibatkan perubahan dalam proses otak yang mendasar, termasuk organisasi sirkuit jangka pendek maupun panjang dan kemungkinan sinkronisasi aktivitas.

“Perubahan ini memengaruhi representasi internal dunia dan koherensinya, yang mengarah pada deteksi cara belajar yang abnormal dan cara mengalihkan perhatian,” tulis peneliti dalam makalah dikutip dari situs Functional Neurology.

Dari penjelasan di atas, dapat dikatakan pengidap autisme memiliki cara berpikir dan mengolah informasi yang unik.

Mengutip keterangan Hello Sehat, pengidap autisme biasanya memiliki daya ingat yang sangat baik dan jelas. Untuk urusan membaca pola, berhitung, dan menarik kesimpulan logis biasanya mereka jauh lebih mahir dari orang-orang kebanyakan.

Namun, korelasi antara autisme dan kecerdasan belum terbukti pasti. Sejauh ini belum ada penelitian yang memastikan bahwa pengidap autisme dipastikan cerdas. Hanya saja, ada beberapa faktor yang menjadi alasan munculnya kecerdasan pada pengidap autisme.

Baca Juga:   Pep Akui Man City Bermain Sangat Buruk di Babak Kedua

1. Konsentrasi tinggi
Pengidap autisme biasanya mengalami kesulitan dengan multitasking atau melakukan beberapa hal dalam satu waktu. Mereka sulit berkonsentrasi untuk banyak hal.

Kelebihannya, mereka akan mencurahkan perhatian yang besar pada satu hal. Pengidap autisme biasanya cepat menguasai materi baru yang dipelajarinya.

2. Daya ingat tajam
Pengidap autisme memiliki daya ingat yang sangat baik. Dipadu dengan konsentrasi tinggi pada satu hal, mereka dengan mudah memasukkan informasi dan memanggil kembali informasi.

Contohnya, saat seorang anak dengan autisme melihat fasilitator mereka memainkan alat musik, lalu mereka bakal dengan mudah menirukannya.

3. Memperhatikan detail
Kemampuan daya ingat yang baik memungkinkan mereka mengingat detail dari sesuatu yang mereka lihat.

4. Mengandalkan logika
Sebuah studi dari King’s College di Inggris menemukan bahwa mereka yang mengalami spektrum autisme cenderung lebih mengandalkan logika daripada emosi saat mengambil keputusan.