Alasan Napi Teroris di Mako Brimob Ngotot Dipertemukan Aman Abdurahman

 

Rekanbola.com – Napi teroris (napter) yang membuat kericuhan di rutan cabang Salemba kompleks Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, sempat mendesak polisi agar dipertemukan dengan Aman Abdurrahman saat menyandera anggota kepolisian. Para napi teroris dianggap kehilangan sosok panutannya.

Baca Juga :

15 ARTIS CEWEK MUDA KOREA PALING CANTIK DAN MENGGEMASKAN

1. Napter membutuhkan sosok ‘orangtua’

Alasan Napi Teroris di Mako Brimob Ngotot Dipertemukan Aman Abdurahman

Pengamat terorisme Harits Abu Ulya berpendapat para napi terorisme saat ini membutuhkan sosok panutan, sehingga mendesak polisi agar dipertemukan dengan Aman yang juga mendekam di blok yang berbeda itu.

“Mereka butuh ‘orang tua’ untuk ambil sikap selanjutnya. Legitimasi moral dan teologis,” ujar Harits kepada IDN Times, Kamis (10/5).

Namun, kerusuhan di Mako Brimob sejatinya tidak terkait sidang tuntutan Aman yang akan berlangsung besok, Jumat (11/5). Aman kini memang menjadi terdakwa kasus Bom Thamrin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

“Gak terkait,” ucap dia.

2. Kerusuhan di Mako Brimob tidak terkait ISIS

Alasan Napi Teroris di Mako Brimob Ngotot Dipertemukan Aman Abdurahman

Menurut Harits insiden berdarah di Mako Brimob tidak terkait Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Kendati, para napi memang ditangkap karena terkait organisasi radikal itu.

“Tidak terkait ISIS. Tapi mereka napiter adalah ditangkap karena terkait isu ISIS, jadi mereka rata-rata simpatisan ISIS,” ujar dia.

Harits tidak yakin masalah makanan sebagai memicu terjadinya insiden tersebut. Menurut dia, ada akumulasi berbagai masalah yang sebelumnya dialami napi terorisme di rutan. Misalnya, petugas Densus di Mako Brimob yang masih baru dan relatif muda, hingga sikap overackting muncul dan melahirkan rasa benci pada diri napiter.

“Yang tidak kalah penting, perlu evaluasi kinerja Densus pasca-investigasi dari insiden ini. Karena bisa saja insiden ini muncul karena akumulasi kemarahan napiter, sebab perlakuan aparat Densus yang ada di rutan terhadap mereka yang dianggap tidak adil dan lain-lain.
Jadi bukan semata spontanitas karena soal makanan, tapi akumulatif,” kata dia.

Baca Juga:   Ini Lubang Besar di Jalanan Osaka Buntut Gempa 6,1 SR

3. Ada peran Aman dalam negosiasi polisi dengan napter?

Alasan Napi Teroris di Mako Brimob Ngotot Dipertemukan Aman Abdurahman

Harits juga beranalisa kepolisian ‘menggunakan’ Aman untuk berkomunikasi dengan napiter melalui perwakilannya, seperti Alex dan Muflich, untuk mengatasi kericuhan di rutan Mako Brimob.

“Pihak aparat melakukan pendekatan kepada Aman terlebih dahulu, agar ia bisa membantu menyelesaikan insiden tersebut. Mengingat Aman juga dikabarkan ada di rutan yang sama meski di tempat yang beda. Dan Aman posisinya dipatuhi dan didengar pendapatnya,” kata dia

Dalam insiden ini, lanjut Harits, bisa jadi Aman tidak sependapat dan tidak mendukung aksi napiter yang latar belakang aksinya adalah urusan perut atau hal kurang penting. Ditambah argumentasi dan pertimbangan lainnya.

“Itu bisa kuat pengaruhnya bagi napiter untuk berpikir lebih rasional.

Akhirnya meletakkan senjata semua dan keluar menyerah satu persatu. Jadi kemungkinan besar Aman punya peran dalam proses menyerahnya napiter,” kata dia.