Ancam Ledakan Mapolda Riau, ENW Dicokok Polisi

Rekanbola – Polda Kalimantan Tengah menangkap Erik Nur Wiyanto bin Sunoto, pria yang menyebarkan ujaran kebencian dengan mengancam akan meledakkan markas Polda Riau melalui akun facebook bernama Erick Sumber Asri.

“Pria berumur 31 tahun yang tinggal di Jalan Cakra Buana Kelurahan Palangka Kota Palangka Raya itu dalam akun facebooknya menuliskan ‘Tunggu saja markas Polda Riau akan kami ledakan. Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI akan kami habisi’,” kata Wakil Kepala Polisi Kalteng Brigjen Pol Rikwanto, di markas Polda Kalteng, Selasa (28/8).

“Pria itu sudah kami tetapkan sebagai tersangka karena menyatakan perasaan kebencian terhadap kekuasaan umum dan pemerintah Indonesia,” ucapnya.

Hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan Polda Kalteng, tersangka menyebar kebencian di media sosial karena adanya ketidakpuasan terhadap kekuasaan umum ataupun pemerintah saat ini.

“Pasal yang diterapkan yaitu pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2019 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008, tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) yang ancaman hukumannya di atas enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” kata Rikwanto.

Sementara itu Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalteng Kombes Pol Adex Yudiswan mengungkapkan, ditangkapnya tersangka karena tersangka dalam akun facebooknya bernama Erick Sumber Asri menuliskan ‘Tunggu saja markas Polda Riau akan kami ledakan. Polisi Densus 88 pelindung rezim PKI akan kami habisi’.

Berawal dari postingan tersebut yang dilepas di akun facebooknya pada hari Minggu (26/8/2018), tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Kalteng menemukan ujaran kebencian dalam postingan itu. Pada Senin (27/8/2018) sekitar pukukul 17.15 WIB, petugas yang melakukan penyelidikan terhadap tersangka, akhirnya berhasil mengamankan tersangka.

Baca Juga:   Tujuh Tahanan Kabur Saat Antre Sidang di Pengadilan Pelalawan

“Perkara ini masih dalam penyidikan petugas, sedangkan tersangka sudah mendekam di Rutan Mapolda Kalteng,” katanya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga itu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalteng agar bijak dalam menggunakan media sosial pribadi miliknya. Apalagi jelang pemilihan legislatif dan presiden yang akan dilaksanakan tahun 2019. Dirinya berharap masyarakat jangan pernah saling hujat menghujat, kendati berbeda dalam pemilihan tersebut nantinya.

“Kami tidak pandang bulu siapapun dia, apabila terbukti melakukan ujaran kebencian serta SARA. Maka kami akan tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” demikian mantan Kapolres Gresik itu.