Anggota DPR Minta Pemerintah Larang Senator Australia Fraser Anning Masuk Indonesia

REKANBOLA – Anggota Komisi I DPR Charles Honoris mengecam pernyataan Senator Fraser Anning dari Queensland, Australia yang menyalahkan imigran muslim atas penembakan di 2 Masjid Selandia Baru. Menurutnya, pernyataan Fraser menunjukkan ketidakpahaman dan kesalahan persepsi terhadap umat Islam.

“Saya juga mengutuk keras pernyataan resmi Senator Fraser Anning dari Queensland, Australia, yang pada intinya menganggap bahwa teror terhadap masjid di Christichursh adalah harga yang pantas dibayar Umat Islam dan bahwa Islam adalah ideologi kekerasan,” kata Charles kepada wartawan, Sabtu (16/3).

Dia meminta pemerintah Indonesia melarang Fraser masuk ke Indonesia. Sebab, ucapan Fraser berpotensi memecah belah umat beragama.

“Atas nama seluruh bangsa Indonesia yang mencintai perdamaian, saya meminta Pemerintah Indonesia melarang Fraser Anning untuk memasuki wilayah Indonesia untuk alasan apapun agar tidak menularkan cara pandang yang dapat memacah belah umat beragama tersebut,” tegasnya.

Selain itu, kata Charles, ucapan Fraser akan melukai hati para umat beragama yang sudah berupaya keras membangun perdamaian dan toleransi.

“Pernyataan tersebut melukai perasaan Umat Islam dan Non- Muslim dan tidak berkontribusi apapun terhadap upaya kita membangun perdamaian dan saling pengertian antar umat beragama,” ujar Charles.

Meski demikian, Politikus PDIP ini menyebut aksi penembakan di 2 masjid di Christchurch, Selandia Baru bentuk kebiadaban. Dia juga menyampaikan belasungkawan kepada seluruh korban tewas dari insiden ini. Sejauh ini, 50 orang dikabarkan tewas akibat penembakan tersebut.

“Tindakan tersebut adalah ekspresi kebiadaban yang mencederai rasa kemanusiaan siapapun, khususnya karena dilakukan di tempat ibadah yang disucikan Umat Islam,” ungkap dia.

Lebih lanjut, Charles juga memuji gerak cepat pemerintah Selandia Baru dalam menangani kasus ini. Dia berharap seluruh pelaku bisa segera ditangkap dan diadili. Sebab, aksi penembakan yang dilakukan para pelaku tidak dibenarkan atas dasar dan alasan apapun.

Baca Juga:   Selandia Baru Sembelih 150 Ribu Sapi Terjangkit Bakteri

“Perusakan, kekerasan dan penodaan terhadap tempat ibadah Umat Islam maupun terhadap tempat ibadah agama manapun tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun dan atas nama apapun. Tidak ada agama yang membenarkan kekerasan terhadap orang-orang sipil yang tidak berdosa. Sebaliknya, tempat ibadah adalah tempat di mana kita menumbuhkan dan merawat perdamaian dan kedamaian,” tandasnya.

Sebelumnya, Fraser Anning dipukul seorang pria muda dengan menggunakan telur di bagian kepala saat sedang diwawancarai di Melbourne, Sabtu (16/3). Aksi pria muda ini dilakukan buntut dari pernyataan Fraser Anning yang menyalahkan imigran muslim atas penembakan di masjid Selandia Baru.

Perdana Menteri Scott Morrison mengecam pernyataan Anning yang menyebut imigran Muslim menjadi biang keladi di balik aksi penembakan di Selandia Baru. Dia bakal mengajukan mosi ketika parlemen kembali aktif bulan depan.

“Saya ingin mengecam pernyataan Senator Anning secara mutlak dan lengkap tentang serangan teroris yang menghebohkan ini, dengan masalah imigrasi, dalam serangannya terhadap kepercayaan Islam secara khusus,” kata Morrison.

“Komentar-komentar ini mengerikan dan mereka jelek dan dia (Anning) tidak punya tempat di Australia. Sejujurnya, dia harusnya malu pada dirinya sendiri”.