Api di alat tambal ban sambar bensin, kios dan dua sepeda motor hangus terbakar

Rekanbola – Kios tambal ban dan sepeda motor milik Umar Said (34) hangus terbakar menyisakan puing. Tidak hanya itu, sepeda motor milik pelanggan tambah ban juga ikut hangus terbakar.

Umar Said yang sehari-hari juga berpenjualan gorengan, harus kehilangan perabotan rumah berupa kulkas serta uang tunai yang ikut ludes terbakar. Karena kios tambal ban miliknya juga selama ini dijadikan tempat tinggalnya.

Kebakaran bermula saat Umar Said sedang menambal ban sepeda motor pelanggannya. Tiba-tiba api yang digunakan di alat tambal ban menyambar jeriken berisi bensin yang biasa dijual eceran.

Diduga juriken bensin itu bocor atau terjadi tumpahan hingga tersambar api dari alat tambal ban. Api membesar dan menyambar rumah berikut isinya.

“Penyebab kebakaran karena bahan bakar dari jurigen,” kata Jose Bello, Kepala Pemadam Kebakaran Kota Malang, Selasa (28/8).

Api cepat membesar dan membakar kios di Jalan Raya S. Supriadi RT 01 RW 05 Kelurahan Bandungrejosari, Sukun, Kota Malang, berikut dua sepeda motor. Sementara warga dan korban tidak bisa berbuat banyak.

Sebanyak 8 unit mobil PMK berikut 35 orang personel langsung memadamkan api. Butuh waktu tidak lebih dari sepuluh menit kebakaran berhasil dipadamkan.

Di tempat lain, api juga membakar sebuah gudang pembuatan sendal beserta isinya milik Riamin (46) warga Desa Toyomarto Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Akibat kejadian tersebut, 8 buah mesin pencetak sandal, barang dan bahan pembuatan sandal berupa lem, spon hangus terbakar.

Kobaran api diketahui saat saksi korban hendak mengantarkan anaknya ke sekolah. Korban dengan dibantu warga sekitar berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, sebelum kemudian petugas dan 2 unit mobil PMK datang.

Baca Juga:   Kebakaran Hutan Gunung Lawu Semakin Meluas

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta. Sementara belum diketahui penyebab pasti kebakaran.