Aplikasi Ini Bantu Pantau Tumbuh Kembang Anak Melalui Gadget

rekanbola – Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk tumbuh kembang anaknya karena hal ini akan memengaruhi kehidupan dan kesehatannya pada masa mendatang.

Apalagi pada masa 1.000 hari pertama kehidupan anak perlu untuk selalu dipantau karena pertumbuhan dan perkembangannya pada usia tersebut sangatlah pesat.

Seribu hari pertama kehidupan dimulai saat pembuahan di dalam rahim hingga anak berusia 2 tahun. Pada usia ini, anak sudah mencapai setengah tinggi badan orang dewasa. Perkembangan otaknya pun sudah mencapai 80% dari otak dewasa.

Pertumbuhan ialah bertambahnya ukuran fisik sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, contohnya kemampuan bayi bertambah dari berguling menjadi duduk, berdiri, dan berjalan.

Menurut penelitian, angka kejadian gangguan tumbuh kembang anak cukup tinggi. Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebutkan angka kejadian anak pendek akibat masalah gizi di Indonesia sebesar 37,2%. Orang tua perlu memantau tumbuh kembang anak, terutama di bawah usia 2 tahun untuk mencegahnya.

Meskipun pemantauan tumbuh kembang tersebut penting, nyatanya berdasarkan survei yang dilakukan aplikasi Teman Bumil kepada 1.200 orang tua, ditemukan hanya 37% orang tua yang memantau rutin tumbuh-kembang si Kecil tiap bulan.

Adapun 2,6% lainnya rutin mencatat tumbuh-kembang si kecil setiap pekan, dan sebanyak 3,7% tidak pernah melakukannya, dan 42% hanya memantau ketika kunjungan ke dokter.

“Kecenderungan orang tua untuk mencatat tumbuh-kembang anak di Kartu Menuju Sehat kadang menyulitkan. Sebanyak 23% responden kesulitan mengingat jadwal imunisasi si kecil, karena KMS hilang,” ujar Robyn Soetikno, co-founder Teman Bumil, pada Rabu (15/8/2018).

Menurutnya, sebesar 98% responden mengatakan akan sangat terbantu dengan KMS digital yang bisa diakses lewat gadget. Oleh karena itulah, Teman Bumil dibuat untuk dapat dijadikan sebagai KMS digital yang dapat mencatat tumbuh kembang si kecil.

Baca Juga:   Pak Polisi, di Kampung Kami Ada Orang Jual Ganja! Ayah dan Anak Ini pun Masuk Sel

Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur Checklist yang menjadi reminder jadwal imunisasi anak dan tumbuh kembangnya.

“Memantau tumbuh-kembang haruslah dilakukan secara rutin dan jadi kebiasaan orang tua. Semakin dini masalah tumbuh-kembang didiagnosis, kemungkinan bisa diperbaikinya semakin besar pula,” tegas Margaretha Komalasari, dokter spesialis anak dari Brawijaya Women & Children Hospital.

Sementara itu aktris Sandra Dewi, ibu dari Rafael Moeis, setuju dengan kebiasaan untuk memantau tumbuh kembang. “Saya rutin memantau tumbuh-kembang Rafa dengan Teman Bumil. Mudah dan praktis karena tinggal menggunakan ponsel,” ujarnya.