REKANBOLA – Argentina gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Islandia di laga pembuka Grup D. Satu gol Sergio Aguero tidak cukup membantu Argentina menang karena mampu dibalas Alfred Finbogasson di pertandingan yang berakhir 1-1.

Uniknya, Piala Dunia 2018 Rusia ini ternyata adalah yang pertama kalinya bagi Islandia. Setelah tampil impresif di Euro 2016 lalu, Islandia berhasil meneruskan laju apiknya sampai di Piala Dunia.

Bahkan yang lebih unik, ternyata tidak semua pemain Islandia adalah pesepak bola profesional. Banyak yang memiliki pekerjaan tetap dan bermain sepak bola saat dipanggil negara.

 

Baca Juga :

 

Populasi Rendah

Islandia adalah salah satu negara dengan populasi rendah. Tercatat per 2016 lalu hanya ada sekitar 334 ribu populasi, berbanding jauh dengan Indonesia yang memiliki populasi sekitar 261 juta penduduk.

Hal ini berarti Islandia harus cermat saat mencari pemain-pemainnya. Sang kiper, Hannes Thor Halldorsson adalah seorang sutradara. Dan dia sukses menahan tendangan penalti Messi.

Bek kanan Islandia, Birkir Saevarsson ternyata adalah seorang pegawai pabrik pengepakan garam. Dia bahkan harus izin cuti untuk bermain di Piala Dunia, tetapi dia sukses menahan gempuran Di Maria. Islandia adalah passion.

Baca Juga:   Dishut Jambi Amankan 27 Meter Kubik Kayu Ilegal

 

Bermain Kompak

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho pun tidak bisa menutupi kekagumannya terhadap permainan Islandia. Dia mendeskripsikan permainan Islandia sebagai contoh baik permainan kompak sebuah tim. Khususnya saat bertahan dari gempuran serangan Argentina.

“Jika saya harus memilih satu kata untuk mendeskripsikan Islandia, maka kata itu adalah kompak,” ujar Mourinho di rt.

“Saya mengingat gambaran di menit ke-69, sembilan pemain, plus kiper, di kotak penalti. Menit 87, 10 pemain plus kiper, mereka sangat kompak,” tutup dia.

 

(Sumber : BOLA.NET)