ART Mudik, Laundry Kiloan Jadi ‘Incaran’ Ibu Rumah Tangga

Rekanbola – Jakarta mulai sepi karena ditinggal warganya mudik ke kampung halaman masing-masing.

Momentum lebaran dimanfaatkan oleh sebagian umat muslim untuk rehat dari rutinitas yang menjenuhkan. Mereka kebanyakan memutuskan untuk pulang ke kampung halaman dan bertemu sanak saudara. Namun tak sedikit pula yang memanfaatkan waktu ini untuk meraup pundi-pundi rupiah. Salah satunya adalah bisnis jasa laundry kiloan.

Sampai hari H Lebaran jasa cuci baju atau laundry kiloan masih banyak yang menerima orderan. Kori, pemilik jasa laundry D’Boss mengatakan permintaan laundry meningkat sejak Senin (11/6). Tak hanya dari rumah tangga, permintaan laundry juga datang dari salon, hotel, spa maupun pabrik.

“Omzet seminggu sama kayak sebulan. Ya hampir Rp10 juta. Tahun lalu saja Rp18 juta,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (13/6).

Keuntungan yang berlipat ganda juga diakui oleh Melly, pemilik Meylita Laundry di Jakarta.

Melly mengungkapkan bahwa seminggu menjelang lebaran permintaan jasa laundry mulai meningkat.

“Untuk hari biasa kami bisa 100 kg per hari. Tapi sekarang sudah banyak PRT yang pulang kampung, jadi ke laundry pun bisa berimbas sampai dua kali lipat,” katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (13/6).

Hanya saja berbeda dari hari biasanya, pelanggan yang datang pun kebanyakan dari wisatawan dari luar kota yang datang ke Jakarta. Selain itu juga dari rumah tangga dan anak kos.

“Kebanyakan orang-orang yang liburan ke sini menginap di hotel. Jadi mereka juga laundry,” ujarnya.

Kenaikan harga

Momen Lebaran pun dimanfaatkan penyedia jasa laundry dengan mematok harga lebih tinggi dari biasanya.

Kori mengungkapkan bahwa pendapatan yang melonjak jelang Lebaran ini juga berkat penyesuaian harga yang ia lakukan. Untuk layanan cuci-setrika ia patok Rp16ribu per kilogram dari harga normal Rp9ribu. Cuci Express 6 jam yang biasanya Rp22ribu naik menjadi Rp25ribu, sedangkan cuci kilat 24 jam dari harga normal Rp18ribu per kilogram menjadi Rp32ribu per kilogram.

Baca Juga:   Didukung Sejumlah Dai, Ma'ruf Amin Diyakini Bisa Hentikan Konflik Berbau SARA di RI

Hal ini pula yang dilakukan Apique Laundry. Tak hanya soal harga, ia juga menyesuaikan paket layanan. Penyedia jasa laundry ini hanya menyediakan dua paket laundry sejak awal Juni. Septiani, staf kasir menjelaskan terdapat dua paket yang ditawarkan yakni express 8 jam dengan tarif Rp40ribu per kilogram dan paket 1-2 hari Rp30ribu per kilogram.

“Hanya dua paket itu selama mudik. Biasanya yang 1-2 hari jadi itu Rp13ribu (per kilogram). Express biasanya 6 jam (tarifnya) Rp25 ribu (per kilogram),” paparnya.

ilustrasi cuci baju

Ia berkata permintaan laundry melonjak sejak Sabtu (9/6). Meski tak menyebut pendapatan secara rinci, Septiani menuturkan permintaan laundry dalam sehari bisa mencapai seratus kilogram lebih.

“Kami hanya melayani laundry sekitar Jakarta Selatan, paling jauh Bekasi atau Jakarta Utara, itu pun dengan jasa ojek, enggak pakai kurir kami,” imbuhnya.

Melly dari Meylita Laundry juga memanfaatkan momen Lebaran untuk menaikkan harga jasa laundrynya.

Pada hari biasa, harga dipatok Rp7 ribu rupiah saja. Namun ketika memasuki H-3 sampai H-5 ini telah mencapai angka 15 ribu rupiah.

 

 

(Sumber : cnnindonesia.com)