Asensio: Pemecatan Lopetegui Memalukan

Rekanbola – Pemain Real Madrid, Marco Asensio rupanya tidak cukup senang dengan keputusan klub yang memecat Julen Lopetegui dari posisi pelatih. Asensio menyebut keputusan tersebut sebagai hal yang memalukan.

Lopetegui ditunjuk sebagai pelatih Real Madrid untuk menggantikan Zinedine Zidane. Tapi, pelatih berusia 52 tahun tersebut hanya mampu bertahan di posisinya selama empat bulan saja. Lopetegui kemudian dipecat oleh Madrid.

Madrid memecat Lopetegui setelah dia memainkan 14 pertandingan resmi di semua kompetisi. Pada laga terakhir Lopetegui, Real Madrid kalah dengan skor 5-1 atas Barcelona di Camp Nou. Itu adalah kekalahan keenam Madrid bersama Lopetegui.

Posisi Lopetegui kemudian digantikan oleh Santiago Solari, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih Real Madrid Castilla. Solari awalnya hanya menjabat sebagai pelatih interim, tapi kinerja yang apik membuatnya dapat kontrak selama tiga musim.

 

Pemecatan Lopetegui Memalukan

Marco Asensio menilai apa yang menimpa Julen Lopetegui sebagai hal yang tidak adil. Sebab, pemain berusia 22 tahun merasa Lopetegui harusnya bisa mendapatkan kesempatan lebih panjang. Lopetegui melatih Madrid dalam kondisi yang tidak cukup ideal.

“Pemcatan Julen Lopetegui? Itu adalah hal yang tidak adil baginya. Saya tidak yakin apakah Anda akan menyebutkan sebagai tidak beruntung atau segalanya tidak berjalan dengan baik, itu memalukan,” buka Asensio kepada media asal Spanyol, Diario AS.

“Lopetegui melatih tim dalam situasi yang sangat sulit, baik dengan klub maupun tim nasional. Tapi, saya berharap agar dia lebih sukses lagi pada karirnya,” sambung mantan pemain Real Mallorca tersebut.

 

Keluhkan Menit Bermain

Semenjak Santiago Solari menjadi pelatih Real Madrid, menit bermain yang didapatkan oleh Marco Asensio mulai berkurang. Dia tidak selalu jadi pilihan utama. Di laga melawan Celta Vigo, Asensio hanya menjadi pemain pengganti.

Baca Juga:   Madrid Inginkan Servis Alonso

“Saya mendapatkan menit bermain yang lebih sedikit di tim utama. Situasi ini selalu sama di sepakbola, Anda adalah pemain terbaik atau terburuk bergantung pada seperti apa situasi yang berjalan baik atau buruk,” tutup Asensio.