Avengers, Infinity War: Perjalanan animator Indonesia dari nonton kartun ke film Marvel

REKANBOLA –  Seorang animator senior Indonesia yang terlibat dalam pembuatan Avengers: Infinity War, Ronny Gani bercerita langkahnya terlibat di film Marvel dengan belajar sendiri karena kurangnya pendidikan animasi.

Ronny yang juga terlibat dalam animasi film-film Marvel lain termasuk Avengers: Age of Ultron dan Ant Man, mengatakan keterlibatannya adalah untuk memberikan kesan hidup karakter-karakter digital yang dibuat di komputer.

“Peran dan keterlibatan saya adalah menghadirkan kesan kehidupan melalui performance (penampilan) yang realistik terhadap karakter-karakter digital atau CGI (Computer-Generated Imagery/Efek khusus yang ditimbulkan dengan menggunakan komputer) yang dibuat di komputer,” kata Ronny.

“Ibaratnya seorang aktor, karakter-karakter digital itulah yang berperan menyampaikan proses cerita dalam tiap shot,” tambahnya.

Perjalalannya untuk menjadi animator film-film animasi besar ini bermula dari kegemarannya nonton kartun dan belajar sendiri tentang animasi.

Karya film terbaru Marvel ini merupakan adaptasi komik yang paling ambisius dengan menampilkan semua superhero dari Marvel Universe dan bersatu menghadapi lawan utama, Thanos.

Avengers: Infinity War adalah kulminasi dari 18 film dalam sepuluh tahun terakhir dengan berbagai film, termasuk Avengers: Civil War, Black Panther, Guardians of The Galaxy, Dr Strange and Thor.

 

Baca Juga :

 

Ronny mengatakan pengerjaan proyek animasi membuat hidup karakter digital ini dilakukan selama empat bulan sejak Desember tahun lalu.

“Perubahan kreatif sangat sering terjadi, dan kami semua selalu proaktif menjadikan tiap shot menjadi semakin baik,” kata Ronny.

Ia mengatakan tantangan besarnya adalah “tingginya ekspektasi dari penonton, yang memang dilibatkan dalam proses story arc (perkembangan emosi dalam cerita) yang sudah dibangun selama satu dekade. Kami harus mampu memuaskan ekspektasi yang tinggi tersebut.”

Dalam akhir pekan pertama setelah diluncurkan pada tanggal 23 April lalu, film ini telah mencapai nilai penjualan tiket sebesar US$630 juta, lebih tinggi dari film box office tahun lalu, The Fate of the Furious.

Film ini adalah bagian pertama dari Avengers: Infinity War dan film kedua akan diluncurkan pada bulan Mei 2019.

Animator Indonesia, Ronny Gani sendiri mengatakan sebelumnya ia tak pernah terpikir akan menjadikan keahliannya sebagai karir.

Ia mengatakan kegemarannya bermula saat menonton film The Lion King dan berusaha menggambar karakter dalam kartun itu.

Lulusan arsitektur Universitas Indonesia ini mengatakan ia pertama kali berkenalan dengan animasi setelah memakai perangkat lunak 3D dan mencoba untuk belajar sendiri.

“Saya otodidak selama enam bulanan karena masih terbatasnya sarana pendidikan animasi pada saat itu,” cerita Ronny sebelum akhirnya memutuskan untuk bertolak ke Singapura mencari pengalaman dan kesempatan belajar lebih banyak.

Saat ini perusahaan tempatnya bekerja banyak terlibat dalam film-film besar dan membuka peluang besar baginya untuk terlibat di film-film animasi lain.

Mengingat pengalamannya sulit untuk belajar animasi, sejak empat tahun terkahir, Roni mendirikan sarana belajar animasi online untuk “membantu animator-animator Indonesia yang ingin menjadikan bidang ini sebagai karir.”

“Harapan saya, akan tercipta animator-animator hebat lainnya sehingga tongkat estafetnya bisa diteruskan dan mendukung berkembangnya industri animasi Indonesia,” katanya.

 

(Sumber : BBC.COM)