Bahayanya Pakai Cairan Penghilang Jamur untuk Kaca Mobil

REKANBOLA – Memiliki mobil tanpa jamur sepertinya menjadi impian semua orang. Jamur mudah timbul lantaran air bekas cucian masih tersisa. Selain itu, saat hujan mengguyur dibiarkan mengering tanpa dibilas air bersih.

Oleh sebab itu saat ini, banyak cairan-cairan khusus penghilang jamur untuk kaca mobil beredar di pasaran. Padahal, memilih cairan penghilang jamur tak bisa sembarangan. Karena akan merusak kaca dan menimbulkan bercak atau pelangi.

Seperti yang disampaikan Service Advisor bengkel resmi mobil Honda, Ali. Ia mengatakan penyebab timbul warna pelangi di kaca lantaran menggunakan obat poles atau cairan penghilang jamur.

“Kalau menurut saya menghilangkan jamur di kaca itu pakai kompon khusus lebih aman di kacanya jangan berupa cairan. Kalau pakai cairannya akan menimbulkan pulau di kaca. Begitu juga penggunaan pasta gigi, untuk jamur yang lama menempel pasti susah hilang,” kata dia di Jakarta, Senin, 17 September 2018.

Hal senada diungkapkan, Technical Support Meguiars Indonesia, Fadillah. Ia menyebut pasta gigi tak dianjurkan dalam teknik detailing. Sebab dikhawatirkan menimbulkan baret dan timbul warna pelangi pada permukaan kaca.

“Polivinil atau rongga udara di tengah-tengah kaca tidak boleh ada gesekan yang berlebihan. Jika pelangi arahnya masih vertical ada biru, ungu dan merah berarti kaca tersebut masih original belum pernah dipoles pakai cairan apapun,” tuturnya.

 

Baca Juga:   Protes Marquez: Dovizioso Bisa Lebih Kencang dari Saya