Baim Wong Juga Mewanti-Wanti Agar Tidak Menggunakan Krim Kecantikan Atau Pemutih Dengan Bahan Berbahaya.

Rekanbola – Baim Wong dan Paula Verhoeven akan menggelar pernikahan mereka pada tanggal 22 November mendatang. Segala persiapan pernikahan tengah dilakukan oleh pasangan ini. Salah satunya adalah perawatan tubuh dan wajah.

Ketika berada di Palembang, Baim Wong pun menjelaskan kenapa dirinya “nurut” pada calon istrinya untuk mengikuti perawatan. Menurut Baim Wong, pria merawat diri bukanlah hal yang tabu, mengingat profesinya sebagai artis.

“Kalau perawatan saya sebagai laki-laki ya, mohon maaf sebenarnya saya jarang tapi karena satu pekerjaan dan kayaknya laki-laki sekarang ya sudah harus perawatan dan gak perlu malu dan salah satunya saya sekarang ini,” kata Baim Wong dilansir Rekanbola, Sabtu, 13 Oktober. “Kalau emang ada yang lebih baik dengan bahan yang alami, uh pasti saya incer dan salah satunya disini,” ujar Baim Wong.

Baim Wong juga menaruh perhatian atas banyaknya krim kecantikan dan pemutih yang menggunakan bahan berbahaya. Meskipun berbahaya, tapi harga obat pemutih yang murah di pasaran bisa merugikan masyarakat.

“Kalau saya enggak salah ingat namanya Mercuri. Setahu saya dengan harga yang murah bisa membuat kulit putih secara instan namun bahan tersebut bisa membuat ketergantungan dan efek dimuka menjadi hitam,” kata Baim Wong. “Disitu saya penasaran apa bahan tersebut, dan kebetulan klinik ini peduli dengan bahan berbahaya tersebut,” jelas Baim Wong lagi.

View this post on Instagram

Enjoy the weekend… #ootd #paulaverhoeven

A post shared by Paula Verhoeven (@paula_verhoeven) on

Sementara itu, ditanya mengenai persiapan pernikahannya dengan Paula, Baim Wong lantas menjawab, “Hampir semuanya udah, dari gedung sudah sampai 80 persen”.

Sementara itu, di akun Instagram pribadinya, Paula Verhoeven sempat mengunggah postingan terbarunya ketika berada di Palembang. “Enjoy the weekend… #ootd #paulaverhoeven,” tulisnya di bagian caption foto.

Baca Juga:   Penangkapan di Klaten, Warga Kaget Tetangga Diciduk Densus 88