Balita di Bekasi dianiaya karena pelaku kesal gagal cabuli pengasuh korban

Rekanbola – Polisi mengungkap motif penganiayaan anak berusia lima tahun di Bekasi, Jawa Barat. Pelaku Ariyanto alias Ari (29) tega menganiaya karena kesal mendengarkan korban menangis. Apalagi, tersangka ketika itu gagal melakukan pelecehan seksual pada pengasuh korban.

“Saya tidak sadar karena terpengaruh minuman keras,” kata Ariyanto di Polres Metro Bekasi Kota, Selasa (2/10).

Ariyanto pada Sabtu pagi (22/10) sekitar pukul 04.00 WIB baru saja tiba dari sebuah tempat hiburan. Warga asal Cirebon itu datang ke lokasi bersama dua kawannya. Adapun dua kawannya memilih pergi, sedangkan ibu korban masih bertahan di kafe.

Di dalam rumah tersangka melihat si pengasuh korban berinisial W sedang bersih-bersih rumah. Tersangka dalam kondisi mabuk mempunyai niat untuk melakukan pelecehan seksual. Namun, pengasuh itu ketakutan dan memilih melarikan diri.

“Korban bangun lalu menangis, kemudian saya benturkan ke tembok kamar mandi,” ujar Ariyanto yang merupakan juru parkir tak jauh dari lokasi kejadian.

Selepas peristiwa penganiayaan, tersangka melarikan diri. Dia memilih untuk pulang ke kampung halamannya. Tak lama kejadian, ibu korban tiba lalu mendapati anaknya berdarah-darah, kepalanya robek, dan wajahnya penuh luka memar.

Polisi yang mendapatkan laporan segera menyelidiki. Dari tiga orang yang bersama dengan ibunya, hanya satu yang menghilang. Polisi lalu mencarinya, dan menemukan di daerah Cirebon, Jawa Barat pada Senin (1/10).

Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Wijdonarko mengatakan, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

“Tersangka sudah mengakui perbuatannya, dan langsung ditahan,” ujar Widjonarko.

Polisi menyita barang bukti sepasang sandal tersangka, sprei noda darah, dan pakaian korban.

Baca Juga:   Kisah Model Seksi Ukraina Jatuh Cinta Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *