Bangunan Liar Makin Menjamur di Penatapan Parapat

 

Rekanbola – Bangunan liar semi permanen semakin menjamur di Panatapan Parapat, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsip), Kabupaten Simalungun. Bangunan kios itu didirikan di lahan pinggiran jalan nasional milik PU Bina Marga Balai Besar Badan dan Jembatan Provinsi Sumut.

Amatan di lapangan, selain diduga menggarap pingiran jalan nasional, para memilik kios juga diduga mengambil guardrail. Hal itu tentu saja akan mengakibatkan kerugian negara.

Berdisinya bangunan kios di sepanjang jalan lintas di Panatapan juga menghambat pandangan ke zona wisata Danau Toba. Selain itu, material bangunan diletakkan sembarangan di pinggiran jalan hinga menganggu kelancaran arus lalu lintas, yang kerap membuat kemacetan panjang.

Camat Girsip, Boas Manik SH, mengatakan telah melakukan pendataan kepada pemilik kios. Dan sebagian bangunan tak memiliki izin mau pun kontribusi.

“Kita masih melakukan pendataan sejak seminggu ini. Terkait kontribusi (PAD) tidak ada untuk daerah Pemkab Simalungun,” ungkap Boas Manik, ketika dihubungi lewat telepon selulernya, Senin (26/11/2018).

Boas mengatakan, sebagian besar kios di Panatapan belum memiliki izin. Bahkan menurut dia, pihak kecamatan sudah dua kali melayangkan surat teguran.

“Beberapa kios telah memiliki izin sebelumnya, selebihnya tidak ada izin. Dan pihak kita sudah dua kali melayangkan surat teguran kepada pemilik kios, tapi tak diindahkan. Kalau soal eksekusi bukan wewenang kami, tapi pihak Satpol PP,” tegas Camat.

Sementara itu, Kabid Penegak Perda Satpol PP Simalungun, Lamhot Manurung membenarkan maraknya bangunan liar di Panahatan Nagori Sibaganding. Dan sudah mencek kondisi ke lapangan.

“Yang kita lihat memang marak bangunan kios itu. Tapi setiap ditanya pemilik kios mengaku itu tanah milik warga. Namun yang kita lihat di lapangan bangunan berdiri di pinggiran jalan,” katanya.

Baca Juga:   Viral! Dirazia Petugas, Pemuda Ini Malah Keluarkan Jurus Silat

Lamhot kembali menyampaikan, masalah bangunan pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait yakni PU Bina Marga Balai Besar Jalan dan Jembatan Provinsi Sumut.

“Akhir tahun ini pihak kita akan berkordinasi dengan pihak PU Bina Marga Provinsi Sumut terkait keabsahan berdirinya bangunan kios itu. Dan sampai sekarang belum ada surat dari Kecamatan untuk Satpol PP,” aku Kabid Satpol itu.