Bankir Optimis Kredit Tahun Ini Tumbuh 11,5 Persen

Rekanbola – Para bankir optimis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun ini dapat tumbuh di kisaran 11,5 persen, lebih tinggi dari realisasi tahun lalu yang hanya mencapai 8,2 persen. optimisme tersebut didorong perkiraan menguatnya pertumbuhan ekonomi, menurunnya risiko penyaluran kredit, dan permodalan yang kuat.

Berdasarkan survei perbankan yang baru dirilis Bank Indonesia (BI) pekan ini, pertumbuhan kredit tersebut didorong responden yang terdiri dari para bankir memperkirakan pertumbuhan kredit baru bakal lebih tinggi di kuartal IV 2018. Hal itu tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru sebesar 94,8 persen yang lebih tinggi 21,2 persen dari triwulan sebelumnya.

“Tingginya optimisme responden terhadap pertumbuhan kredit baru terutama didorong oleh perkiraan pertumbuhan kondisi ekonomi yang masih kuat, risiko
penyaluran kredit yang rendah, rasio kecukupan modal yang meningkat, dan suku bunga kredit yang masih menarik.” tulis survei tersebut, dikutip Jumat (19/10)/

Sementara hingga kuartal ketiga tahun ini, perbankan memperkirakan pertumbuhan kredit melambat dibandingkan periode sebelumnya. Namun, data BI mencatat penyaluran kredit perbankan hingga Agustus mencapai 11,9 persen, lebih tinggi dari posisi akhir Juni 10,5 persen.

Menurut survei tersebut, perlambatan kredit pada kuartal ketiga tahun ini diperkirakan terjadi pada semua jenis kredit. Hal ini terlihat dari penurunan SBT pada kredit modal kerja dari 90,2 persen menjadi 69,8 persen, kredit investasi dari 73,8 persen menjadi 68,9 persen dan kredit konsumsi dari 36,6 persen menjadi 26,8 persen, seperti dikutip dari Survei Perbankan.

Survei menyebut penyaluran kredit konsumsi yang melambat disebabkan berkurangnya permintaan kredit terhadap kendaraan bermotor dan juga kartu kredit. Namun, salah satu kebijakan Bank Indonesia yang melakukan relaksasi Loan To value (LTV) kredit/pembiayaan perumahan dinilai cukup mendorong peningkatan permintaan kredit kepemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) pada kuartal III 2018.

Baca Juga:   Blusukan ke Pasar Kendari, Jokowi Sebut Harga Durian dan Beras Stabil