Bawaslu Periksa Murid SMAN 87 Terkait Dugaan Guru Kampanye

Rekanbola Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) DKI Jakarta dan Kota Jakarta Selatan, menggali keterangan lima siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 87 Jakarta, Selasa (16/10), terkait dugaan guru berkampanye yang sempat viral di media sosial.

Proses pemeriksaan dilakukan setelah jam sekolah sekitar pukul 15.00 WIB di ruang badan konseling (BK) lantai 2 SMAN 87 Jakarta.

Lima siswa yang diperiksa Bawaslu, tiga diantaranya merupakan murid kelas XII IPA 3, dan dua diantaranya adalah murid kelas XII IPS 3.

Proses pencarian informasi dari pihak siswa dipimpin langsung oleh Komisioner Bawaslu Provinsi DKI Jakarta Puadi, dan dibantu oleh Komisioner Bawaslu Kota Jakarta Selatan Ardhana Ulfah dan Aminah.

Puadi tiba di SMAN 87 sekitar pukul 14.45 WIB, sementara tiga komisioner Bawaslu Kota Jakarta Selatan telah sampai di sekolah sekitar pukul 13.00 WIB.

Sesampainya Puadi di SMAN 87, ia langsung memasuki ruang Kepala Sekolah Patra Patiah.

Kampanye seorang guru SMAN 87 Jakarta berinisial N dilaporkan seorang wali murid karena diduga telah melakukan kampanye negatif terhadap salah satu calon presiden di lingkungan sekolah.

Laporan tersebut diterima oleh kepala sekolah SMAN 87 melalui sebuah pesan singkat pada 4 Oktober.

Pesan singkat itu menguraikan bahwa N memutarkan video gempa di Palu, Sulawesi Tengah, dan guru agama Islam itu diduga menyebut Presiden Joko Widodo sebagai dalang bencana.

Saat mendapatkan laporan itu, Patra langsung memanggil N dan melakukan pemeriksaan internal. Di hadapan Patra, N mengakui adanya kegiatan belajar-mengajar pemutaran video di masjid sekolah, tetapi menyangkal tuduhan kampanye hitam.

Kepada Patra, N mengaku bersikap netral dan melakukan kegiatan belajar-mengajar sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga:   Kawula muda se-Jabodetabek deklarasi dukung Jokowi-Maruf Amin

Hingga saat ini pihak Bawaslu masih menunggu keterangan pihak pelapor, dan mendalami kesaksian dari para siswa.

Undang-undang Pemilu Pasal 280 ayat (1) huruf c, d, dan h mengatur ketentuan berkampanye.Sebagaimana diatur huruf h, kegiatan kampanye tidak boleh menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan.

“UU Pemilu itu kembali dibunyikan oleh peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) dan peraturan Bawaslu,” kata Komisioner Bawaslu Kota Jakarta Selatan Ardhana Ulfa saat ditemui di SMAN 87 Jakarta, Selasa.