BCA Expo Target Transaksi Setengah Triliun

Rekanbola –  Bank Central Asia (BCA) bakal menggelar pameran pembiayaan rumah, kendaraan, dan produk asuransi di Kota Baru Parahyangan pada 1-2 September 2018, mendatang. Pada pameran tersebut, BCA menargetkan transaksi lebih dari Rp500 miliar.

Baca Juga : Studi: Pegawai Bisa Kerja Lebih Keras Kalau Tahu Jumlah Gaji Bos

Target lebih dari Rp500 miliar, diharapkan didapat dari transaksi kredit perumahan (KPR) Rp250 miliar dan surat perjanjian kredit (SPK) kredit kendaraan bermotor Rp250 miliar. Sisanya diharapkan dari produk asuransi dan sekuritas.

EVP KPR BCA Felicia M Simon mengatakan, pameran pembiayaan terbesar di Bandung ini menargetkan transaksi kredit pembiayaan perumahan (KPR) senilai Rp250 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu sekitar Rp200 miliar.

“Tahun ini (Targetnya) lebih tinggi, karena tahun lalu saja tembus Rp200 miliar. Optimisme ini sejalan dengan target KPR kami yang tumbuh 10-12% pada tahun ini. Apalagi ada kebijakan relaksasi dari Bank Indonesia yang memberi kelonggaran uang muka rumah 0%,” jelas Felicia di Bandung, Senin (20/8).

Menurut dia, relaksasi yang dilakukan BI diperkirakan akan direspons pengembang dengan membuat tipe rumah tertentu. Kinerja kredit konsumer BCA hingga Juni 2018 juga tercatat tumbuh 4% (yoy), menjadi Rp74,6 triliun.

Sementara Deputy Direktur BCA Finance Herry Mulyanto Somantri mengatakan, pada expo 2018 pihaknya menggandeng 17 merek mobil dan 7 merek motor. Total mobil yang dihadirkan sebanyak 90 unit, mayoritas mobil keluaran terbaru.

“Selama pameran, kami menargetkan mencatat transaksi hingga Rp250 miliar melalui pencatatan 500 SPK. Beberapa produk terbaru kami bawa ke sini, seperti Lexus, Porsche, dan lainnya.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BCA I, Lanny Budiarti mengaku, tahun ini BCA Expo Bandung menargetkan 8.000 pengunjung. Banyaknya program promo untuk KPR 6,58% fix tiga tahun dan diskon spesial untuk kendaraan bermotor diharapkan dapat menarik minat warga Bandung berkunjung ke expo tersebut.

Baca Juga:   DPR Soal Utang Rp 5.217 Triliun: BUMN Kok Senangnya Utang, Ini Berbahaya

(ekbis.sindonews.com)