Berharta Rp 8,5 T, Rihanna Jadi Musisi Wanita Terkaya Dunia

REKANBOLA –  Robyn Rihanna Fenty atau yang lebih dikenal sebagai Rihanna, penyanyi populer asal Barbados, Amerika Utara, telah berhasil masuk ke dalam jajaran wanita self-made terkaya versi Forbes di tahun 2019 ini.

Melansir Forbes, self-made berarti seseorang yang berhasil mendirikan perusahaan dan menghasilkan kekayaan sendiri, dan bukannya mendapatkan sebagian atau seluruh hartanya dari warisan.

Rihanna menduduki posisi 37 di daftar bergengsi tersebut. Lalu, dari manakah perempuan 31 tahun ini mendapatkan kekayaannya?

Rihanna, yang pertama kali dikenal dunia sebagai penyanyi, kini dikenal sebagai ikon fesyen dan pengusaha makeup. Bahkan, ia menjadi wanita kulit hitam pertama yang memiliki kerajaan fesyen mewah terkenal.

Semua itu, menurut Forbes, menghasilkan kekayaan senilai US$ 600 juta (Rp 8,5 triliun) untuknya, menjadikannya musisi wanita terkaya di dunia, melampaui Madonna (US$ 570 juta), Celine Dion (US$ 450 juta), dan Beyonce (US$ 400 juta).

Kebanyakan, kekayaannya bukan hanya berasal dari musik, tapi juga dari kerja samanya dengan LVMH, rumah mode mewah yang dipimpin oleh miliuner fesyen Bernard Arnault.

Bersama LVMH, Rihanna mengembangkan brand makeup Fenty Beauty yang dijual di Sephora mulai September 2017 lalu. Sephora merupakan merek fesyen yang juga dimiliki LVMH, yang kini menjadi saingan Fenty Beauty sendiri. Selain itu, makeup Rihanna juga dijual secara online di FentyBeauty.com.

Fenty Beauty dilaporkan menjual produk senilai lebih dari US$ 100 juta di beberapa pekan awal rilisnya. Hal itu dikarenakan kepopuleran Rihanna serta promosi di akun Instagramnya yang memiliki lebih dari 71 juta pengikut.

Saat ini penjualannya terus melonjak. Fenty Beauty menghasilkan pendapatan US$ 570 juta tahun lalu, padahal baru sekitar 15 bulan didirikan. Bahkan, secara operasional, Fenty Beauty bernilai lebih dari US$ 3 miliar.

Baca Juga:   Gaya Hijab Syar'i untuk Traveling ala Zaskia Sungkar, Simpel tapi Cantik

Forbes memperkirakan LVMH memiliki sekitar 50% dari bisnis ini, sementara Rihanna memiliki sekitar 15%-nya, seperti yang dikatakan juru bicara sang artis. Namun, tidak ada klarifikasi lebih lanjut tentang hal ini.

Kerajaan bisnis Rihanna semakin pesat saat LVMH dan Rihanna pada Mei lalu megumumkan membuka lini bisnis pakaian, sepatu, perhiasan, dan aksesoris mewah dengan nama Fenty.

“Mereka memperluas penawaran kepada saya dan itu luar biasa sebab LVMH adalah sebuah mesin,” kata Rihanna kepada Majalah The New York Times Style. “Bernard Arnault sangat antusias; dia mempercai diri dan visi saya.”

Stephanie Wissink, analis riset di Jefferies, bahkan memuji Fenty Beauty, menyebutnya telah mengubah industri secara permanen. Ia bahkan memuji Fenty, yang kehadirannya langsung disejajarkan dengan brand besar, seperti Dior dan Givenchy.

“Apa yang Fenty Beauty lakukan di dunia kecantikan, Fenty lifestyle akan lakukan di dunia fesyen,” ujar Wissink. “(Fenty) akan mengubah tingkat pandangan dalam membangun sebuah merek yang inklusif, pengubah permainan, mendunia, dan ikonik.”