Berhenti di Lampu Merah Tak Perlu Pakai Rem Tangan, Bahaya!

REKANBOLA – Seringkali kita mengaktifkan rem tangan ketika berhenti di lampu merah. Hal itu dilakukan agar kaki bisa beristirahat sejenak menunggu lampu berubah warna hijau dan mobil bisa jalan kembali.

Namun rupanya kebiasaan mengaktifkan rem tangan di lampu merah tak perlu dilakukan. Bahkan bisa membahayakan buat sang pengemudi dan pengguna jalan lain.

Mengutip laman resmi Astra Daihatsu, Minggu (5/5/2019), banyak pengendara yang ingin memanfaatkan waktu di lampu merah untuk bersantai dan melakukan aktivitas lain. Seperti memeriksa notifikasi ponsel, minum atau makan dan lainnya. Sangat berbahaya karena fokus kamu akan kondisi sekitar menjadi terganggu.

Lampu merah bukanlah tempat yang baik untuk bersantai dan melakukan aktivitas lainnya yang bisa menurunkan konsentrasi saat mengemudi. Selama berhenti di lampu merah, pengendara wajib tetap waspada.

Selain kurang fokus, penggunaan rem tangan juga berpotensi pada kecelakaan. Karena, ketika pedal rem tidak diinjak maka lampu belakang mobil tak menyala. Artinya, mobil dan kendaraan lainnya di belakang tidak mendapatkan informasi bahwa mobil sedang berhenti.

Agar tetap fokus dan terhindar dari potensi kecelakaan, disarankan pengendara wajib menginjak pedal rem saat stop di lampu merah. Dengan begitu, mobil tak akan melaju dan lampu rem pun tetap menyala sehingga pengguna jalan lain akan kalau kamu berada dalam posisi berhenti.

Dengan posisi kaki tetap menginjak pedal rem, maka kita akan tetap waspada dengan kondisi sekitar, terutama saat lampu hijau sudah menyala atau ketika ada pengemudi lainnya yang mencoba menerobos ke depan dengan memanfaatkan ruang sempit seperti dilakukan pengendara sepeda motor.

Perlu diingat dan pahami kembali, rem tangan sebenarnya digunakan untuk membuat mobil tetap diam saat posisi parkir. Untuk itu, sebaiknya kamu mulai berlatih untuk menghilangkan kebiasaan tarik rem tangan saat berhenti di lampu merah. Demi mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan.

Baca Juga:   Menanti Mobil Esemka yang Tak Kunjung Tiba