Berkas Syarat Jadi Capres Prabowo Lengkap

Rekanbola – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan semua persyaratan administrasi kandidat bakal calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2019 sudah lengkap. Sebelumnya KPU menyatakan Prabowo Subianto belum melengkapi surat tidak pailit dan KH Ma’ruf Amin belum melampirkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Sudah diberikan, sudah semua. Kalau capres cawapres itu sudah selesai lah, syaratnya sah calonnya sudah semua,” kata Komisioner KPU RI, Ilham Saputra di kantornya, Jakarta, Selasa 28 Agustus 2018.

Dengan lengkapnya semua berkas bakal capres dan cawapres, KPU tinggal menunggu waktu pengumuman. Sesuai peraturan, KPU akan mengumumkan pada 20 September 2018. Sehari setelah pengumuman pasangan capres dan cawapres akan mengambil nomor urut peserta pemilu di gedung KPU RI.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra mengungkapkan, pihaknya menemukan kekurangan persyaratan administrasi bacapres Prabowo Subianto untuk menjadi peserta Pemilu 2019.

“Pak Prabowo itu ternyata ada satu syarat tentang tanggungan utang. Surat tanggungan utang, itu kan penting juga untuk dikeluarkan. Nah itu tinggal dilengkapi saja,” kata Ilham beberapa waktu lalu.

Menurut Ilham, surat itu penting untuk memastikan tidak sedang memiliki tanggungan utang secara perseorangan dan atau yang menjadi tanggung jawabnya yang bisa merugikan keuangan negara.

Hal itu mengacu pada Peraturan KPU No. 22 Tahun 2018 pasal 9 Ayat (1) butir (h) yang menyatakan bakal calon presiden dan wakil presiden tidak boleh memiliki tanggungan utang. Pasal itu diperkuat pasal 10 Ayat (1) butir h poin 2.

Selain itu, Ilham juga mengungkapkan bakal calon wakil presiden masih belum lengkap berkas pencalonannya. “Tanda terima LHKPN dari bakal cawapres belum kami terima juga dari Ma’ruf Amin,” kata Ilham di gedung KPU RI, Jakarta, Rabu 15 Agustus 2018.

Baca Juga:   Wapres Kumpulkan Pimpinan Ormas Islam, Ada Apa?

Selain itu, Ma’ruf Amin belum menyerahkan sertifikat gelar doktor honoris causa. “Pak Ma’ruf Amin belum menyerahkan kalau dia ingin namanya disebut doktor honoris causa, sertifikat honoris causa-nya belum diserahkan ke kami,” ucap dia.