Bertemu Pimpinan Dunia, Presiden Jokowi Tekankan Pentingnya Digitalisasi

REKANBOLA – Presiden Jokowi bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Vietnam Nguyn Xuan Phuc, dan Utusan Khusus China Taipei Morris Chang, membahas isu perdagangan, ekonomi global dan digital ekonomi dengan tema “Inclusion in the Age of Disruption: Charting a Common Future”.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menegaskan pentingnya bersikap inklusif dalam era ekonomi digital. Pembangunan ekonomi yang inklusif dengan menggunakan platform digital adalah prioritas Pemerintah Indonesia sejak tahun 2014 dan Indonesia diperkirakan menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara tahun 2020.

Sebagai gambaran, di Indonesia pada tahun 2017 tercatat 132,7 juta pengguna internet dan 92 juta pengguna ponsel pintar, sehingga pemerintah harus terus menyelesaikan pembangunan infrastruktur digital dengan penambahan serat optik Palapa Ring dan penataan spektrum frekuensi untuk menyediakan akses digital yang terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, Indonesia akan terus mengimplementasikan Peta Jalan Kebijakan E-Commerce untuk mendukung pengembangan e-commerce sebanyak 17 persen dan mencetak 1000 technopreneurs pada tahun 2020.

Untuk memastikan pembangunan yang inklusif di era digital, Presiden Jokowi mengingatkan agar ketimpangan digital harus diatasi melalui penyusunan peta jalan pengembangan “internet of things”, penyediaan “platform” pemasaran digital bagi UMKM misalnya Tokopedia, Qlapa, serta pemanfaatan digital bagi daerah tertinggal melalui kerjasama dengan “marketplace” dalam mengembangkan “platform e-commerce” berbasis potensi daerah seperti pertanian dan perikanan, dan perbaikan kurikulum sekolah agar lebih siap menyambut era digital atau “digital-ready”.

“Di era digital ini, jangan sampai dilupakan aspek inklusifitas dimana manfaat pembangunan melibatkan dan dapat dinikmati semua orang. Dikhawatirkan bahwa mengabaikan inklusifitas dapat memperburuk kesenjangan. Dan kesenjangan akan menciptakan masalah sosial dan bahkan konflik,” kata Jokowi dikutip Antara, Minggu (18/11).

Baca Juga:   RI Melunak, Trump Minta WTO Tunda Putusan Gugatan Rp 5 Triliun

Presiden Jokowi secara tegas mengingatkan bahwa ketegangan antar negara besar dalam perdagangan dunia hanya akan merugikan masyarakat. Menurutnya, hal ini pula yang juga dapat mendorong konflik sosial.