BI dan Bank Sentral China Perbarui Perjanjian Swap Menjadi USD 30 Miliar

REKANBOLA – Bank Indonesia (BI) dan Bank Sentral Tiongkok (Peoples Bank of China PBC) memperbarui perjanjian swap bilateral dalam mata uang lokal (Bilateral Currency Swap Arrangement BCSA). Perpanjangan sekaligus pertambahan nilai perjanjian tersebut ditandatangani oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dan Gubernur PBC, Yi Gang, pada Jumat, 16 November 2018.

BI dan PBC telah menyepakati pertambahan nilai BCSA dari CNY 100 miliar (setara USD 15 miliar) menjadi CNY 200 miliar (setara USD 30 miliar). Perjanjian berlaku selama tiga tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

“Perjanjian tersebut merefleksikan penguatan kerjasama moneter dan keuangan antara BI dan PBC, sekaligus menunjukkan komitmen kedua bank sentral untuk menjaga stabilitas keuangan di tengah berlanjutnya ketidakpastian di pasar keuangan global,” ujar Perry, dalam keterangan tertulis, Senin (19/11).

Perjanjian ini juga menunjukkan kuatnya kerjasama bidang keuangan antara Indonesia dan Tiongkok. Gubernur BI meyakini bahwa kerjasama dengan bank sentral lain dapat semakin meningkatkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia.

 

Baca Juga:   Standar QR Code BI Resmi Berlaku Sabtu Ini