Bikin 20 Ribu Sapu, Ibu Ini Bisa Kuliahkan Anak

REKANBOLA – Seorang wanita berusia 55 tahun dari China membuat hati banyak orang tersentuh oleh perjuangannya memberikan pendidikan terbaik bagi anaknya. Kisah wanita ini pun viral di dunia maya.

Orangtua tunggal yang diketahui bernama Li Yaomei itu telah membuat lebih dari 20 ribu sapu hanya dalam waktu tiga tahun. Biaya yang diperolehnya tak hanya mampu mengantar putrinya ke universitas, tapi juga menutupi biaya pengobatannya.

Dilansir dari laman Rekans, tahun 2013, Li yang tinggal di Wuzhong, wilayah Ningxia didiagnosis tumor perut. Dua tahun kemudian, dia mengalami kecelakaan berat.

Kondisi dan cedera yang dialami Li membuatnya tak punya pilihan selain meminjam sekitar Rp426,6 juta. Karena itu, di tiga tahun berikutnya, Li membuat lebih dari 20 ribu sapu untuk melunasi utangnya.

Perjalanan Li dalam membuat sapu dimulai tahun 2008, setelah ia bercerai dari suaminya. Sejak itu ia menopang kehidupannya dan putrinya dari pekerjaan tersebut.

“Saat itu, saya selalu memegang sapu di tangan dan menjajakannya di jalan. Saya biasa berjualan dari pintu ke pintu, menanyakan penjaga toko apakah mereka butuh sapu,” ujar Li menurut laporan New China TV.

Tetangga Li dikabarkan menggambarkan kerja Li seperti laki-laki. Dia bangun pukul 05.00 pagi, tidur tengah malam, dan membuat sapu sepanjang hari, selain merawat domba dan ayam.

“Orang-orang ini meminjami saya uang tanpa bunga. Mereka orang baik, jadi memastikan untuk mengembalikan uang mereka,” imbuh Li dikutip dari Sina News.

Dengan kerja keras, Li tidak hanya berhasil mengirim anaknya ke bangku kuliah dan membiayai pengobatannya, tapi ia juga berhasil mengembangkan bisnisnya dengan membuka workshop.

“Hidup saya semakin membaik,” kata Li tersenyum.

Baca Juga:   Wanita Ini Punya Bulu Lebat di Sekujur Wajah & Tubuhnya, tapi setelah Menikah Jalan Hidupnya Berubah

Meski paham ia kini sudah bisa berhenti bekerja, tapi Li memilih untuk terus bergerak.

“Saya bisa sakit dan berada di tempat tidur sepanjang hari, tapi saya lebih suka bekerja karena itu membuat saya merasa lebih energik dan sehat,” ujarnya.