Bisnis Tol Astra International Anjlok 96%

Rekanbola – Sektor infrastruktur dan logistik menjadi beban terberat bagi bisnis PT Astra International Tbk (ASII) di semester I-2018. Sektor ini mencatatkan penurunan laba bersih yang diatribusikan ke induk sebesar 96% dari Rp 110 miliar menjadi Rp 4 miliar.

Kemerosotan bisnis infrastruktur dan logistik ASII diakui perseroan berawal dari beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan yang diakuisisi pada semester pertama tahun 2017 dan baru beroperasinya tol Semarang-Solo. Kedua ruas tol itu belum dapat mengimbangi mening

Total portofolio Grup ASII pada bisnis jalan tol adalah 353 km. Dari jumlah itu sepanjang 269 km sudah beroperasi.

PT Marga Mandalasakti (MMS), perusahaan operator jalan tol Tangerang-Merak sepanjang 72,5 km, yang 79,3% sahamnya dimiliki perseroan, mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 12% menjadi Rp 516 miliar.

Sementara jalan tol Jombang-Mojokerto sepanjang 40,5 km, yang sepenuhnya milik perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 97 miliar.

Lalu pendapatan jalan tol Cikopo-Palimanan sepanjang 116,8 km meningkat sebesar 13% menjadi Rp 686 miliar. Jalan tol Semarang-Solo sepanjang 72,6 km, yang telah beroperasi sepanjang 40,1 km mencatat pendapatan sebesar Rp 117 miliar, naik 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sedangkan laba bersih PT Serasi Autoraya (SERA) meningkat sebesar 39% menjadi Rp 111 miliar, terutama disebabkan oleh meningkatnya marjin bisnis leasing dan rental mobil. Jumlah kontrak sewa kendaraan SERA mengalami kenaikan 4% menjadi 24.000 unit.

Sebelumnya kinerja PT Astra Internasional Tbk (ASII) sepanjang enam bulan pertama tahun ini kembali meningkat. Tercatat laba bersih ASII pada semester I-2018 sebesar Rp 10,38 triliun. Angka itu naik 11% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,34 triliun.

Baca Juga:   Operasi Pasar Berlanjut hingga Harga Telur Turun ke Rp 25.000/Kg

 

( Sumber : detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *