Blokade Jalan Imam Bonjol Medan, Mahasiswa tuntut perbaikan ekonomi

Rekanbola – Demonstrasi mahasiswa mengkritik pemerintahan Jokowi-JK berlanjut di Medan. Jumat (21/9) giliran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang berunjuk di depan gedung DPRD Sumut.

Dalam aksinya, seratusan mahasiswa yang tergabung dalam IMM Sumut menuntut perbaikan perekonomian negara. Mereka menilai pemerintah tidak berpihak pada rakyat

Menurut pengunjuk rasa, Nawacita yang selalu digaungkan oleh Jokowi-JK telah gagal diwujudkan. “Kami menyuarakan hasil kajian kami tentang nawacita. Ini hanya janji palsu, hanya rekayasa yang seolah dikesankan Indonesia baik-baik saja. Padahal, Indonesia tidak sedang baik-baik,” kata Zulham Hidayat Pardede, Ketua DPD IMM Sumut.

Salah satu indikasi kegagalan pemerintah adalah keterpurukan perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar. Kondisi politik juga semakin memanas dan diwarnai dengan politik adu domba.

“Ada yang salah dengan negeri ini. Pemerintah harus segera menghentikan itu. Atau, turun,” sebut Zulham.

Unjuk rasa ini sempat diisi dengan blokade jalan. Mahasiswa duduk di tengah Jalan Imam Bonjol, Medan. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur lainnya.

Reaksi polisi pada demo hari ini berbeda dengan unjuk rasa serupa sebelumnya. Mereka membagikan lengkeng dan jeruk kepada mahasiswa. Kemarin, pihak kepolisian bertindak represif terhadap mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Se-Kota Medan. Sejumlah mahasiswa terluka.

Massa IMM diterima Ketua DPRD Sumatera Utara Wagirin Arman. Tuntutan mahasiswa langsung dikirimkan ke DPR RI melalui mesin faksimile.

Baca Juga:   Jadi Kader PDIP, Ahok Resmi Dukung Jokowi di Pilpres 2019