BNPB sebut Indonesia butuh alat deteksi tsunami

Rekanbola – Pasca gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Sulawesi Tengah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan Indonesia butuh alat deteksi tsunami atau BUOY Tsunami Early Warning System (TEWS).

Sutopo menjelaskan, Indonesia adalah bagian dari wilayah rawan tsunami serta menimbulkan banyak korban.

“Kalau menurut saya memerlukan sangat memerlukan wilayah Indonesia itu yang rawan tsunami kejadian tsunami sering terjadi dan menimbulkan banyak korban,” katanya di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Minggu (30/9).

Dia menjelaskan, hingga saat ini pihak pemerintah belum memfasilitasi alat tersebut. Ada beberapa hal, kata Sutopo, yang jadi hambatan. Salah satunya yaitu terkait pendanaan.

“Kalau kita melihat ya pendanaan apalagi turun setiap tahun. Dulu sempat hampir mendekati 2 triliun tahun ini hanya 700 miliar. Nah ini jadi kendala, di satu sisi ancaman bencana meningkat masyarakat yang terpapar resiko semakin meningkat kejadian bencana meningkat,” papar Sutopo.

Sutopo juga menjelaskan sampai saat ini anggaran penanggulangan bencana setiap tahun di BNPB mengalami penurunan. Sehingga kata dia berpengaruh dengan upaya navigasi kepada masyarakat.

“Bagaimana kita bersosialisasi. Bagaimana melakukan pengurangan resiko bencana. Memasang peringatan dini dan menjadi terbatas karena anggarannya memang terus berkurang,” tutupnya.

Baca Juga:   Bertemu kiai se-Jatim, Marsekal Hadi tegaskan soliditas TNI-Polri