Bobol Kantor Leasing, Pria Ini Nyaris Babak-belur Usai Ditangkap Warga

Rekanbola – Kiki Rumapea (27), nyaris babak-belur dihakimi warga, setelah tertangkap basah membobol kantor pembiayaan atau leasing Cakrawala Citramega Multi Finance di Jalan Medan Batang Kuis, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kamis (15/11/2018) sekira pukul 07.45 Wib.

Beruntung polisi cepat meredakan aksi kemarahan warga sehingga pemuda yang diketahui tinggal di Jalan Inpres, Pasar 9 Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan ini akhirnya bisa terselamatkan.

Barang bukti yang diamankan polisi. (Rekanbola)

Informasi yang dihimpun, awalnya aksi Kiki sempat tak ketahuan. Waktu itu dia secara diam-diam masuk mengendap-endap ke dalam gedung kantor leasing tersebut.

Kebetulan, pagi itu pemilik maupun pekerjaan kantor belum masuk kerja. Kiki pun leluasa masuk dan mengambil barang berharga yang berada di dalam.

Tak lama, salah seorang pekerja bernama, Sri Wahyuni datang dan mengetahui isi kantor sudah diacak-acak orang tak dikenal.

Merasa janggal, pekerja wanita itu melapor ke atasannya Firmansyah (32), warga Jalan Sosro, Kelurahan Bantan, Kecamatan Percut Sei Tuan.

“Selanjutnya korban menyuruh untuk mengecek ke dalam kantor, dan tak lama korban juga datang,” ungkap Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri.

Saat dicek ke dalam kantor, ternyata 2 unit HP Samsung warna hitam, 1 unit kamera digital merk Nikon dan uang Rp4,3 juta sudah raib.

Firmansyah pun berusaha langsung mencari maling yang membobol kantornya. Ternyata Kiki belum kabur jauh. Bersama petugas jaga malam, Dendi Iskandar (38) dan warga, Kiki akhirnya tertangkap bersama hasil curiannya dari kantor tersebut.

Karena geram, warga sempat memukulinya. Warga yang kasihan melapor ke polisi. Petugas Reskrim Polsek Percut Sei Tuan meluncur ke lokasi dan memboyong pelaku ke Polsek Percut.

Baca Juga:   Sungai Panjang di Ambarawa Kabupaten Semarang Meluap

“Dari tersangka kita amankan barang bukti berupa 1 pasang sandal Yumeida warna hitam biru, uang Rp1,3 juta. Tersangka terancam penjara paling lama 7 tahun sesuai pasal 363 KUHPidana,” jelas Kompol Faidil Zikri.