Bonucci Dicemooh, Mancini Tak Terima

Rekanbola – Bek senior Italia, Giorgio Chiellini tak senang dengan cemoohan suporter Italia terhadap Lenoardo Bonucci di laga kontra Portugal, Minggu (18/11) dini hari WIB tadi. Laga tersebut berakhir dengan skor 0-0 yang cukup memuaskan untuk Italia.

Sepanjang laga, Bonucci terus dicemooh suporter Italia yang memenuhi San Siro. Stadion bersorak setiap kali Bonucci membawa bola. Namun, sorakan itu adalah sorakan kebencian, bukan dukungan.

Hal ini terjadi lantaran San Siro adalah markas AC Milan. Musim lalu Bonucci sempat membela AC Milan sebelum pada akhirnya kembali ke Juventus. Tampaknya sikap Bonucci inilah yang masih belum bisa diterima fan AC Milan.

Meski demikian, Mancini justru sebal dengan aksi suporter Italia itu. Baca komentar selengkapnya di bawah ini:

 

Kesalahan Besar

Mancini menegaskan bahwa suporter Italia telah membuat kesalahan besar. Menurutnya, cemoohan seperti itu seharusnya tak terjadi bagi pemain yang tampil di laga membela timnasnya, berbeda dengan pertandingan klub.

“Mencemooh Bonucci adalah kesalahan para suporter. Jenis protes seperti ini seharusnya tidak terjadi ketika anda bermain untuk tim nasional,” ungkap Mancini di goal internasional.

“Semoga itu hanya bertahan selama 15 menit tetapi saya katakan hal itu seharusnya tak terjadi karena ketika Italia bermain, suporter seharusnya mendukung para pemain.”

 

Tampil Apik

Lebih lanjut, Mancini mengaku puas dengan hasil imbang tersebut. Dia percaya Italia sudah berada di jalan yang tepat dan akan terus berkembang untuk memenuhi target di Euro 2020 mendatang.

“Kami mendominasi Portugal namun tempo permainan menurun setelah 70 menit. Itu wajar, karena kami tak mungkin mengurung mereka di wilayahnya selama 90 menit penuh.”

Baca Juga:   Gus Ipang Wahid Gerakkan Baguss Bersatu Dukung Jokowi

“Ini peningkatan jika dibandingkan dengan laga melawan Polandia, karena Portugal jelas lebih superior daripada Polandia, dan kami mengendalikan permainan,” sambungnya.

“Kami berusaha bermain untuk meraih hasil dan memberi pengalaman berharga kepada pemain-pemain yang lebih muda.”