Bos Facebook Yakin Hanya 87 Juta Data yang Dicuri

 

RekanBola.com – Tidak 50 juta, tetapi 87 juta data pengguna Facebook yang dicuri teknologi dan perusahaan konsultan politik, Cambridge Analytica. Angka itu jauh lebih tinggi daripada laporan berita sebelumnya dalam kebocoran data Facebook.

CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan ia menerima tanggung jawab karena gagal melindungi data pengguna tetapi bersikeras bahwa ia masih merupakan individu terbaik untuk memimpin jaringan dua miliar pengguna.

“Saya percaya hidup adalah belajar dari kesalahan dan mengidentifikasi cara bergerak maju. Ketika Anda mengembangkan sesuatu seperti Facebook pertama di dunia, ada sesuatu yang salah yang akan terjadi,” katanya seperti dilansir dari Mirror.

Zuckerberg mengatakan, sebanyak 87 juta pengguna merupakan perkiraan tertinggi bagi mereka yang terpengaruh dengan kebocoran itu berdasarkan jumlah maksimum koneksi ke pengguna yang mendownload kuis peneliti akademis yang mengambil profil pribadi pengguna.

“Saya yakin itu tidak akan lebih dari 87 juta, itu mungkin kurang,” katanya.

Image result for mark zuckerberg

Untuk memperbaiki masalah itu, Zuckerberg mengatakan Facebook harus memikirkan kembali hubungan mereka dengan orang-orang yang dekat dengan mereka dan itu akan memakan waktu beberapa tahun untuk memulihkan kepercayaan pengguna.

Zuckerberg akan memberi kesaksian kepada Komite Dewan Perdagangan dan Power Amerika Serikat minggu ini.

Sementara itu, perusahaan Inggris menanggapi pengumuman Facebook dengan mengulangi tuduhannya bahwa mereka tidak menggunakan data dari jejaring sosial dalam pemilihan Presiden AS pada tahun 2016.

“Cambridge Analytica tidak menggunakan data Facebook GSR (Penelitian Sains Global) atau setiap terbitan data itu dalam pemilihan Presiden AS dan kami melisensikan data dari GSR bagi 30 juta individu bukannya 87 juta,” kata perusahaan tersebut.

Baca Juga:   Pujian Wilshere untuk Barkley yang Bangkit dari Masa-Masa Sulit

Dalam perkembangan terkait, Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer, mengatakan media privasi baru untuk pengguna jaringan media sosial tersedia pada hari Senin.

(Sumber : SindoNews.com)

Baca Juga :