Bos Jasa Marga: Jarak Tempuh Jakarta – Surabaya Kini Tak Lebih Dari 10 Jam

REKANBOLA – Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Desi Arryani menyebut bahwa tersambungnya tol Trans Jawa akan sangat membantu proses distribusi logistik. Sebab, waktu perjalanan akan jauh lebih singkat.

“Trans Jawa tersambung dan harusnya (dampak) sangat baik ya karena jarak tempuh akan pendek jadi kalau idealnya saya rasa Jakarta– Surabaya itu nggak akan lebih dari 10 jam, idealnya itu kan dengan makan mampir makan,” kata dia, di Kantor Jasa Marga, Jawa Timur, Senin (12/11).

Dia menjelaskan, untuk mempercepat arus lalu lintas, termasuk distribusi logistik, pihaknya terus melakukan pembenahan di berbagai ruas tol yang existing, misalnya pembangunan struktur layang (elevated) di ruas tol Jakarta-Cikampek.

“Nah kalau Jakarta-Cikampek sudah lancar sudah ada elevated yang bisa long distance sudah masih ada existing lebih longgar. Memang cepat sekali ya saya rasa sehari bisa dua kali lipat ya logistik itu bolak balik. Jadi dulunya misalnya Jakarta-Surabaya terus tidur begitu kan istirahat besoknya balik, saya rasa bisa bolak-balik asal gantian saja sopirnya,” jelas dia.

Pengerjaan struktur elevated tersebut masih sedang dijalankan. Diharapkan dapat beroperasi fungsional di lebaran tahun depan.

“Jakarta-Cikampek masih crowded luar biasa tapi kalau kita nggak lanjutkan malah fatal bisa kekunci. Jadi bersabar kira-kira setengah tahun lagi Jakarta-Cikampek di lebaran itu bisa minimal bisa fungsional,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah menargetkan pada akhir November tahun 2018 tol trans Jawa, ruas Merak sampai Probolinggo sudah akan tersambung.

Baca Juga:   Usai Diresmikan Jokowi, Tol Ngawi-Kertosono Gratis hingga 9 April