BPBD Agam Sebut Empat Alat Deteksi Dini Tsunami Rusak

Rekanbola Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan empat dari delapan unit alat sistem peringatan dini tsunami atau Early Warning System (EWS) yang dipasang di sepanjang pantai Tanjungmutiara, mengalami kerusakan.

“Empat unit EWS itu rusak akibat ada yang disambar petir, dan peralatannya diambil orang,” kata Kepala BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar di Lubukbasung, Jumat (26/10).

Ia mengatakan, EWS yang rusak itu berada di Pasia Paneh Nagari Tiku Selatan, Masjid Suhada Subang-subang Nagari Tiku Lima Jorong, Banda Gadang Nagari Tiku Selatan, dan di kawasan Puskesmas Gasan Kaciak Nagari Tiku Selatan.

Untuk mengatasi ini, BPBD Kabupaten Agam telah menurunkan tim untuk melihat jenis kerusakan dan biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki EWS itu.

EWS ini akan diperbaiki menjelang akhir 2018, karena dananya dianggarkan pada APBD perubahan 2018.

“Kita telah mendapatkan mekanik yang akan memperbaiki EWS itu. Mudah-mudahan menjelang akhir 2018 telah berfungsi kembali,” katanya.

Ia menambahkan, Agam memiliki delapan EWS dan satu unit milik BMKG. EWS itu merupakan bantuan dari BNPB pada 2014. Alat deteksi dini tsunami itu diuji coba setiap bulan setiap tanggal 26, pukul 10.00 WIB.

Pemasangan EWS ini bertujuan agar masyarakat sekitar bisa mengetahui potensi tsunami sehingga mereka melakukan evakuasi sebelum tsunami itu terjadi, untuk meminimalkan korban jiwa.

Diharapkan dengan keberadaan alat ini dapat mendeteksi ancaman tsunami. Bila alat berbunyi dengan sendirinya, warga sudah mengetahui akan ada tsunami, karena BPBD telah memberikan sosialisasi dan simulasi kepada warga.

“Untuk jalur evakuasi, kita telah mengusulkan ke pemerintah pusat,” katanya.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Membangun Bersama Membela Bangsa Agam, Lukman mengatakan BPBD setempat harus segera memperbaiki EWS yang rusak tersebut.

Baca Juga:   Toko Cat di Meruya Utara Terbakar, 16 Mobil Damkar Dikerahkan

Ini mengingat keberadaan EWS sangat penting dalam peringatan dini tsunami, karena Sumbar daerah rawan gempa bumi. “Pemerintah juga diminta untuk membangun shelter dan jalur evakuasi,” katanya.