BPN Jawab Saran PPP Bertemu Jokowi Bicara soal Hukum: Sudah Saat Debat

REKANBOLA – Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani menyarankan agar cawapres Sandiaga Uno bertemu langsung dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika merasakan ada ketidakadilan hukum di negeri ini. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga mengatakan sang capres telah membicarakan hal itu kepada Jokowi saat debat Pilpres 2019.

“Pak Arsul waktu debat presiden mungkin ketiduran, Pak Prabowo di debat pertama telah katakan langsung (hukum tumpul). Kemudian Pak Jokowi mengatakan, ‘silakan laporkan saja’, ingat,” ucap juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, saat dihubungi Rekanbola.com, Minggu (2/6/2019).

Kenyataannya, kata Andre, saat ini ketidakadilan proses hukum memang sangat terasa. Ia mencontohkan berbagai laporan yang disampaikan BPN Prabowo-Sandi, tapi tidak pernah diproses.

“Terindikasi, hampir semua jalan di tempat. Saya tidak tahu detailnya, tapi terindikasi jalan ditempat,” kata politikus Gerindra itu.

Andre pun membandingkan kasus-kasus yang dilaporkan kubu Prabowo-Sandiaga dengan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Dia menyinggung soal kasus pria yang menyerukan memenggal kepala Jokowi.

“Immanuel Ebenezer tuh, Relawan Jokowi Mania. Melaporkan orang (viral) yang mau potong kepala Pak Jokowi, langsung ditangkap, Si HS itu,” ujar Andre.

Sebelumnya, Sandiaga meminta proses penegakan hukum tak hanya tajam ke pihak oposisi. Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani menyarankan agar Sandiaga tak hanya berkoar-koar di media, tapi menyampaikan harapannya ke pihak terkait.

Arsul bahkan menyarankan agar Prabowo-Sandi juga menyampaikan kegundahannya kepada Presiden Jokowi. Ia mengatakan hal tersebut bisa disampaikan jika Prabowo-Sandi mau bertemu dengan Jokowi, seperti yang telah lama diharapkan sang petahana.

“Pak Prabowo dan Pak Sandi bisa menyampaikan langsung kepada Pak Jokowi sebagai Kepala pemerintahan untuk minta perhatian. Dan di sinilah salah satu urgensi mengapa bertemu dengan Pak Jokowi itu menjadi perlu. Apalagi kalau Pak Jokowinya kan membuka pintu pertemuan,” kata Arsul, Jumat (31/5).

Baca Juga:   Polisi Cek Kesehatan Ratna Sarumpaet yang Dikabarkan Sakit di Rutan