Buka Kongres Sarjana Ekonomi, Ini Pesan JK

Rekanbola-  Wakil Presiden Jusuf Kalla (Wapres JK) membuka Seminar Nasional dan Kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) XX, di Hotel Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu (8/8/2018) malam.

Sekitar pukul 19.00 WIB JK hadir di lokasi acara. Dia langsung disambut oleh para peserta seminar yang telah duduk rapih di dalam lokasi acara. Suasana juga cukup meriah. Sejumlah kesenian tradisional ditampilkan pada acara tersebut.

Seminar dan Kongres ISEI XX tahun 2019 mengusung tema besar ‘Memperkuat Produktivitas Perekonomian Indonesia Harmonisasi Sektor Formal dan Informal’ dihadiri oleh para ekonom tanah air. Selain itu hadir juga para pengusaha dan birokrat anggota ISEI.

Selain itu,hadir juga pada acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro, Penjabat (Pj) Gubernur Jabar M Iriawan dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla mengingatkan tentang pentingnya peningkatan produktivitas perekonomian dan mengharmoniskan antara ekonomi formal dan informal. Semua pihak juga harus bisa berkolaborasi demi kemajuan ekonomi Indonesia.

“Kongres dimulai untuk pembicaraan keilmuan dan kebijakan. Ekonom yang hadir di sini dari berbagai profesi, dari akademisi, birokrat, profesional dan enterpreuner.

Dengan profesi yang sebagian besar dilaksanakan teman-teman ISEI dalam memberikan perubahan-perubahan dan kemajuan bersama. Itu menjadi bagian bagaimana kita bisa mendapatkan semua bersama,” kata JK dalam sambutannya.

Dengan berbagai profesi yang dijalankan, dia menilai, akan lahir sebuah masukan yang baik untuk pembangunan ekonomi Indonesia. Para enterpreneur bisa memberi masukan di bidang dunia usaha, akademisi bisa menyumbangkan ilmunya dan birokrat bisa mengeluarkan kebijakan yang bisa berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi bangsa ini.

Baca Juga:   BI Yakin Kenaikan Bunga Acuan Bisa Rayu Dana Asing Masuk

“Enterpreuner bisa menyumbangkan idenya, seorang profesional berbicara manajerial. Kombinasi pembicaraan itu tentu akan membawa ISEI memberi andil yang besar (untuk bangsa),” tutur JK.

Merujuk pada tema yang ada, menurutnya memang perlu ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Contohnya saja dari sisi anggaran pemerintah yang sejauh ini belum terlalu sinergi dengan pertumbuhan ekonomi.

Untuk itu perlu ada perbaikan kualitas dari sisi penggunaan anggaran, terutama di daerah yang penggunaan anggarannya masih lebih besar biaya birokrasi dibandingkan untuk pembangunan.

“Kualitas harus diperbaiki, fokus ke internal. Harus mengoreksi pemda yang lebih banyak ongkos birokrasi dibandingkan ongkos pembangunan. Ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi cukup baik, tapi negara-negara di sekitar kita jauh lebih baik. Vietnam, Thailand (ekonominya) lebih baik dati kita. Maka cara paling harus dijalankan adalah produktivitas, harus memperkuat produktivitas,” jelas JK.

Dia juga berharap ekonomi Indonesia ke depan bisa terjadi harmonisasi antara sektor formal dan informal.

“Bagaimana kita semua meningkatkan produktivitas perekonomian dalam berbagai sektor. Harmonisasi antara sektor formal dan informal,” kata JK.

“Sebentar lagi kita merayakan kemerdekaan. Ke depan kita harus lebih produktif. 9 hari kita rayakan kemerdekaan ke 73 tahun. Kita harus baik, kita cukup untuk maju,” tutur JK

 

( Sumber : detik.com )